Senin, 22 Desember 2008

Ada Apa Dengan Ideologi Nasionalisme?


Oleh Ihsan Tandjung

Semenjak runtuhnya tatanan kenegaraan Islam alias Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924 atau 1342 Hijriyyah, maka dunia menyaksikan berdirinya berbagai Nation State atau Negara Kebangsaan. Bangsa-bangsa Muslim membangun negara di negerinya masing-masing dengan menjadikan nasionalisme sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Suatu perubahan yang sangat signifikan dan mendasar jika dibandingkan dengan tatanan kenegaraan sebelumnya dimana Khilafah Islamiyyah menjadi sebuah sistem yang mempersatukan segenap ummat Islam berdasarkan kesatuan aqidah Islamiyyah dan dengan sendirinya kesatuan fikrah Islamiyyah alias ideologi Islam.
Dalam tatanan kenegaraan Negara Kebangsaan faktor bangsa menjadi sebab persatuan dan kesatuan. Sedangkan dalam sistem Khilafah Islamiyyah faktor Islam sebagai keyakinan dan ideologi menjadi sebab persatuan dan kesatuan. Maka dengan sendirinya kita menyaksikan mengapa sejak munculnya berbagai Nation State di tengah kehidupan bernegara ummat Islam terjadilah degradasi penghayatan Islam sebagai ideologi dan peningkatan penghayatan ideologi kebangsaan di dalam diri banyak ummat Islam.
Sesungguhnya Islam tidak menafikan kehadiran bangsa dalam kehidupan ummat manusia.

Hadirnya aneka jenis bangsa adalah suatu keniscayaan dalam realitas sosial masyarakat dunia. Al-Qur’an mengakui kenyataan ini.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ta’aala ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah ta’aala Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Al-Hujurat ayat 13)
Namun Islam tidak pernah memandang bahwa mulia-hinanya seseorang atau sekelompok orang ditentukan oleh faktor bangsa. Lain halnya dengan urusan taqwa dan aqidah. Islam sangat peduli dengan beriman-tidaknya seseorang atau sekelompok orang. Suatu masyarakat yang terdiri atas kumpulan orang-orang beriman dipandang sebagai masyarakat yang mulia di mata Allah ta’aala. Sedangkan masyarakat yang ingkar alias kafir adalah masyarakat yang hina di mata Allah ta’aala, betapapun secara material dan teknologi ia merupakan masyarakat maju.
إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh keni’matan di sisi Tuhannya. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Mengapa kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (QS Al-Qolam ayat 34-36)
Khilafah Islamiyyah merupakan tatanan kehidupan bernegara ummat Islam yang mempersatukan segenap kaum muslimin dari ujung timur hingga ujung barat bumi Allah ta’aala. Penghayatan siapa yang menjadi in-group atau out-group ummat adalah aqidah Islamiyah. Sedangkan dalam kehidupan Negara Kebangsaan maka siapa yang dianggap sebagai in-group bangsa adalah siapapun, apapun keyakinan dan agamanya, asalkan ia sebangsa dan setanah-air, maka ia dianggap sebagai saudara sebangsa. Siapapun yang di luar negaranya dan bangsanya dianggap sebagai out-group kendati ia memiliki aqidah Islamiyyah yang serupa dengan aqidahnya.
Maka wajarlah bilamana seorang Muslim yang menerima dengan sukarela apalagi dengan sungguh-sungguh faham Nasionalisme akan cenderung menjadi sulit menampilkan ideologi Islam sebagai identitas pertama dan utamanya. Ia akan cenderung mendegradasikan identitas Islamnya demi menjaga persatuan dan kesatuan dengan sesama ”anak bangsa” yang beraneka ragam latar belakang keyakinan dan agama. Dan orang seperti ini akan sulit untuk bisa memandang kaum muslimin di luar bangsanya sebagai saudara seiman yang harus lebih dia utamakan daripada saudara sebangsa dan setanah-airnya.
Padahal ketika sudah masuk liang lahat malaikat samasekali tidak akan menanyakan soal identitas bangsa jenazah. Tetapi jelas ia akan ditanya soal identitas agamanya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits di bawah ini:
فَتُعَادُ رُوحُهُ فِي جَسَدِهِ فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولَانِ لَهُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ فَيَقُولَانِ لَهُ مَا دِينُكَ فَيَقُولُ دِينِيَ الْإِسْلَامُ
”Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya, datang dua malaikat bertanya:”Siapa rabbmu?” Dia menjawab:”Rabbku Allah”, lalu :”Apa diin(agama)-mu?” Dia jawab:”Diin-ku Islam.” (HR Ahmad)
Ya. Allah, jadikanlah kami benar-benar ridha akan Islam sebagai agama, identitas dan ideologi kami tanpa perlu di embel-embeli dengan identitas dan ideologi lainnya. Ya Allah, kami yakin bahwa ajaranMu sudah sempurna dan lengkap.
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا
“Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sebagai Rasul dan Islam sebagai Agama.” (Eramuslim, 10/12/08)


Minggu, 21 Desember 2008

Sekapur Sirih ORIMIK

Shalahuddin Al Ayubi adalah salah seorang muslim yang lahir dari suku Kurdi. Salah satu suku yang tidak diperhitungkan dikancah internasional, karena kerendahan taraf berfikirnya sehingga menimbulkan tatanan kehidupan yang tidak tidak pernah maju.

Dasyatnya !!!Shalahuddin Al-Ayubi mampu menyatukan umat Islam pada abad 12 H di benua Afrika, Asia, Eropa Timur dan seluruh negeri muslim dalam satu tatanan pemerintahan yang teratur yang sebelumnya pernah keluar dari Daulah Islam di abad 11 H.

Umat Islam pernah mengalami kemorosotan prestasi di bidang politik, pendidikan, sosial, ekonomi...Pada bidang sosial, masyarakat Islam saat itu terpecah menjadi beberapa kubu atas nama mazhab antara lain Mazhab Syafi’i, Mazhab Hambali, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, dll. Perpecahan ini berdampak pada pembunuhan pada jama’ah masing-masing mazhab yang berbeda. Pada bidang pendidikan, masyarakat Islam mengalami taraf berpikir yang rendah sehingga mengakibatkan melemahnya peradaban Islam saat itu. Akibat dari kemunduran umat Islam saat itu, kaum Salibis akhirnya dapat merebut tanah Palestina di tahun ± 1090 H.




Muncul upaya untuk membangkitkan kembali peradaban Islam yang mulia. Beberapa pemuka agama Islam saat itu menganalisis, bahwa kemunduran umat Islam adalah dikarenakan politik yang tidak kondusif. Mulailah dikontruksi ulang percaturan politik umat Islam, tapi tidak memberikan penyelesaian di tengah-tengah masyarakat. Setelah diteliti secara mendalam, ternyata persoalan politik hanyalah akibat-akibat yang muncul dari suatu sebab. Karena sebab inilah yang akan melahirkan cabang-cabang akibat. Imam Ghazali menilai, bahwa sebab kemunduran Umat Islam saat itu dikarenakan taraf pemikiran Umat Islam yang rendah. Syaikh Abdul Qadir Jailani menyambut pernyataan Imam Ghazali secara positif. Hal ini, menjadi suatu gerakan yang masif untuk membangkitkan kembali peradaban Islam dengan cara menulis banyak buku, memberikan pengajaran-pengajaran kepada umat, dan banyak mendirikan madrasah-madrasah untuk membangun kesadaran pemikiran umat Islam.

Setelah beberapa tahun lamanya Umat Islam di tarbiyah secara insentif dari madrasah-madrasah dan kajian-kajian ilmu yang dipelopori oleh Imam Ghazali, lahir seorang Panglima Perang Umat Islam dari Suku Kurdi, namanya Shalahuddin Al-Ayubi. Pada tahun ± 1100 H, Khalifah saat itu bernama Nuruddin Zanki memberikan tugas kepada sang Panglima Perang Shalahuddin Al Ayubi untuk membebaskan Tanah Palestina dari Kaum Salibis. Peperangan itu dimenangkan oleh kaum Muslimin dan mampu merebut Tanah Palestina ke pangkuan kesatuan umat Islam.

Butuh perjuangan yang panjang dalam tarbiyah untuk membangkitkan pemikiran umat Islam. Pada tahun 1090 H, Palestina direbut oleh Kaum Salibis karena kelemahan umat Islam dalam taraf berfikir sangat rendah. Upaya untuk mebangkitkan kembali umat Islam melalui tarbiyah memakan waktu yang sangat panjang, membutuhkan waktu hampir kurang dari 1 abad sehingga memperoleh prestasi yang luar biasa dengan menaklukan kaum Salibis dan mengembalikan tanah Palestina ke pangkuan Umat Islam.

Keadaan kelam sejarah umat Islam tak jauh beda dengan keadaan sekarang, dimana umat Islam harga dirinya diinjak-injak, Rasulullah SAW di hina berulang kali, di jajah secara ekonomi, politik, sosial , bahkan negeri-negeri yang ditempati mayoritas Umat Islam di nobatkan sebagai negara ketiga. Label dunia ketiga merupakan label yang sangat tidak diperhitungkan di kancah politik internasional. Dan hal yang sama terjadi di sejarah, yaitu Tanah Palestina direbut oleh Kaum Yahudi. Umat Islam hanya bisa pasrah menerima keadaan sekarang. Umat Islam hanya bisa berapologi defensif, ketika diserang pemikiran bahwa hukum umat Islam melanggar HAM, tidak berpihak ke kesetaraan gender, Islam adalah agama teror yang memerintahkan jihad, Islam adalah agama yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini, mengakibatkan Umat Islam latah dalam mengikuti ide-ide dari asing berupa sekularisme, liberalime, pluralisme, demokrasi, feminisme, jihad adalah bentuk defensif, HAM, dll. Umat Islam hanya bisa inferior menilik kembali sejarah Umat Islam yang mengalami kejayaan yang luar biasa.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Tanah Palestina akan dibebaskan dua kali oleh Umat Islam. Tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap perkataan Rasulullah adalah benar adanya. Maka pertanyaan yang pantas di tembak ke hati setiap muslim adalah pilihan bagi kaum Muslimin untuk terlibat dalam pembebasan tanah Palestina atau sekedar menjadi penonton menunggu datangnya kemengan kaum Muslimin.

Bagaimana mewujudkan misi tersebut???
Saat ini, Kaum muslimin sama halnya dengan sejarah kelam masa lalu, bahwa kaum muslimin mengalami kemunduran dalam taraf berfikir. Oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia.

Umat Islam saat ini telah kehilangan visinya. Apa visi umat Islam sebenarnya. Rasulullah SAW bersabda : Aku di utus Allah SWT untuk menegakkan kalimat tauhid dengan pedang.Visi umat Islam adalah mengambil peran dalam mengatur percaturan internasional. Ketika umat Islam tidak mempunyai visi dalam mengemban risalah dan dakwah maka umat Islam akan mengalami stagnasi atau malah kemunduran. Padahal kenyataannya, Rasulullah SAW bersabda : Islam itu tinggi, dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.

Umat Islam telah kehilangan semangat untuk mengemban risalah menjadi negara Superpower. Hal ini juga terjadi ketika Turki Utsmani menjadi khalifah saat itu. Khalifah menghentikan jihad, sehingga yang terjadi adalah membuat lemah intern umat Islam karena disibukkan dengan masalah internal umat Islam. Kehilangan visi ini membuat mata penjajah makin terbuka untuk menjatuhkan Daulah Khilah Turki Utsmani.

Parahnya !!! Ketika umat Islam tidak mempunyai visi,sekarang ini umat Islam malah menjadi pembebet visi orang lain. Salah satu visi penjajah kaum muslimin yang sekarang diterapkan di hampir seluruh negeri Islam adalah memperjuangkan demokrasi sebagai landasan politik untuk mengurusi kebijakan masyarakat. Visi Demokrasi digaungkan besar-besaran oleh Amerika, dan disambut positif oleh hampir negeri muslim. Dan diperparah lagi dengan ulama-ulama Islam yang latah dalam berfatwa, bahwa Islam juga menganut paham demokrasi.

Makanya tak heran, jika kita melihat Presiden SBY mendapat penghargaan Medali Demokrasi dari Internasional Association of Political Consultant (IAPC) karena keberhasilannya sebagai pelaksana sistem demokrasi sebagai contoh di negara-negara Asia. Tapi kenyataannya, Demokrasi tak semanis kampanyenya, Realitas Demokrasi di Indonesia tak seiring dengan peningkatan kesejahteraan malah membuat duka yang sangat mendalam bagi rakyat Indonesia. Disaat pejabat eksekutif dan legislatif menghabiskan uang rakyat dengan meminta menaikkan gaji mereka, rapat di gedung mewah, kekuasaan jadi ladang empuk untuk meraih kepentingan sebanyak-banyaknya, korupsi menjadi proyek penjahat-penjahat pemerintah. Ironisnya!!! Mayoritas masyarakatnya hidup sengsara, penduduknya kelaparan, harga kebutuhan pokok naik, kekayaaan hanya diistimewakan oleh segelintir orang saja dan ini membuat kesenjangan miskin dan kaya sangat jemplang.

Visi yang digaungkan Amerika atau barat hanya akan membuat peradaban mereka, dan sebaliknya bagi para negara pembebet yang ditipu akan menuai hasil yang tak semanis kampanyenya. Makanya, tidak ada yang bisa diharap dari negeri ini jika masih saja menjadi pembebet visi negara lain, tidak akan ada kemajuan, nonsense kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat, kemunduran politik negeri.

Keadaan ini diperparah lagi oleh para pemuda dan masyarakat yang individualistis. Visi kebanyakan pemuda dan masyarakat sekarang adalah sekolah, kuliah dengan IP yang tinggi, lalu kerja, dan akhirnya nikah. Visi ini atau pandangan kehidupan ini dianalogikan seperti layaknya kehidupan binatang, dimana mereka disibukkan oleh urusan perut dan urusan dibawah sedikit perut. Ironis memang, ketika kebanyakan pemuda disibukkan oleh urusan individu dan menafikan realitas sosial sekarang yang bobrok.

Dalam kumpulan-kumpulan individu dalam suatu wilayah ini adalah negara Indonesia. Ketika Rasul umat Islam dihina berkali-kali, Agama Islam dilecehkan oleh barat pemimpin negeri ini mencari jalan yang paling aman dan selamat yaitu hanya berani mengecam di negerinya sendiri bukannya melawan. Hal ini bertolak belakang dengan sejarah Umat Islam masa lalu, ketika Perancis dan Inggris ingin menayangkan film yang berisi penghinaan terhadap Nabi Umat Islam. Khalifah melayang surat untuk menghentikan penayangan film itu, atau akan dikerahkan pasukan jihad ke negara barat tersebut. Sikap seperti inilah yang harus di miliki umat Islam. Sikap umat Islam harus menggetarkan, jangan hanyanya mencari jalan paling aman.

Sejarahnya Umat Islam adalah memang pernah mengalami kejayaan. Berkali-kali umat Islam memenangkan peperangan dan menunjukkan kekuatannya ketika dihina. Hal ini dibenarkan oleh Napoleon Bonaparte dan pemikir-pemikir barat lainnya, bahwa umat Islam tidak bisa dijatuhkan dalam suatu kekuatan bersenjata karena umat Islam pada dasarnya memang merindukan syahid. Oleh karena itu, mereka menganalisis bahwa Umat Islam hanya bisa dikalahkan jika Umat Islam diserang pemikirannya dengan pemikiran yang sekuler. Artinya disini secara fisik mereka adalah Islam tetapi hati, pemikiran, perasaan, dan perlakuan mereka tidak Islami. Karena tidak mungkin Umat Islam mau disuruh untuk murtad.

Dari hasil analisis pemikir-pemikir barat, Napoleon Bonaparte mencoba menyerang Mesir dengan mengirimkan dua buah kapal. Kapal pertama berisi pemikir-pemikir barat yang telah mengetahui seluk-beluk tentang Islam untuk menyerang umat Islam secara pemikiran. Kapal kedua berisi serdadu perang untuk menyerang Umat Islam secara fisik. Akhirnya Napoleon Bonaparte dapat menaklukkan Mesir, dan dapat memetakan pemikiran Umat Islam. Kejadian ini berujung pada pemisahan Mesir dari Kesatuan Daulah Khilafah Islamiyah.

Pemikir-pemikir barat inilah yang telah mempelajari Islam untuk menghancurkan Islam secara pemikiran. Kaum inilah yang disebut orientalisme yang mengawali kolonialisme di tengah-tengah masyarakat Islam. Mereka bisa membodohi Umat Islam untuk membenarkan keraguan dan meragukan kebenaran. Mengapa umat Islam bisa dibodohi oleh kaum orientalisme ini, karena Umat Islam mengalami taraf berfikir yang rendah..

Oleh karena itu, Imam Ghazali membangun kesadaran yang sama pada masyarakat Islam bahwa umat Islam harus ditarbiyah agar membangkitkan pemikirannya.

Keadaan Umat Islam sekarang tidak jauh berbeda dengan sejarah masa lalu. Umat Islam tidak bisa membedakan mana pemikiran Islam dan mana pemikiran yang bertentangan dengan Islam. Demokrasi, SIPILIS, HAM dibenarkan oleh ulama. Agar memberikan kesan bahwa Islam sesuai dengan kemajuan zaman, umat Islam bisa mengikuti kemajuan peradaban barat.

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhabi seorang ulama jenius dari Palestina mencoba untuk mengurai benang masalah umat, bahwa umat Islam harus dibangkitkan pemikirannya. Syaikh Taqiyuddin An-Nabhabi mendirikan Hizbut Tahrir untuk menjadi partai politik Islam untuk memberikan kesadaran politik bagi umat secara kolektiv. Hizbut Tahrir berupaya untuk memberikan edukasi politik dengan cara dakwah fikriyah.

























































































Senin, 16 Juni 2008

Gerakan Yok Berubah II

Permasalahannya adalah apakah ketika masalah dibuat oleh pemerintah yang terus menimpakan masalahnya pada masyarakat, apakah kita harus bersabar terus-menerus...Masalah ini bukan diciptakan karena personal2 yang buruk. Tapi sudah berakar pada sistem yg zhalim.
Kata teman Ilham, beda orang miskin dulu dan sekaranng adalah orang miskin dulu sifatnya sabar. Kalo orang miskin sekrang lebih SANGAT sabar...hehEhe. itu candaan salah seorang teman penulis . Analisis teman tadi, mungkin lahir pada realitas ulama2 kita yang menutup mata saat krisis sosial atau seseorang semakin tidak tahu bagaimana keluar dari beban persoalan maka agama kemudian memberi pesan untuk berpaling ke diri sendiri untuk bisa menyiram rohani. Ringkasnya pesan agama yang “menerima, mensyukuri dan memahami realitas”.

Realitas sosial diatas adalah untuk membuka mata hati dan memberikan kesadaran bahwa jika kita sibuk berdiam terus berdiam diri dan trur disibukkan dengan kehidupan sendiri( hukum2 privat saja, melupakan hukum publik) maka kita telah melanggengkan tatanan social kapitalis yg bobrok ini… Permasalahnya bukanlah pada ekonomi kita miskin atau pengangguran yang betompok, tapi pada tidak diterapkanya hukum2 Islam yang mengatur masyarakat.
Makanya tidak ada pilihan lain untuk berpindah ke tatanan system alternatif yaitu dengan kehidupan Islam atau sosialis(eh, salah)…bagaimana Islam mengatur ekonomi, pemerintahan, hukum, social dan bagaimana ideology sosialis juga mengatur kehidupan masyarakat..



Dalam hal ini, penulis berbicara masalah ekonomi dari sisi ideologis masing2…

Ideologi Kapitalis memberikan kebebasan kepada individu2 untuk memiliki hak akses terhadap kekayaan dunia…Negara hanya memfasilitasi undang2 dan sebagai pengatur berjalannya ekonomi sesuai dengan mekanisme yg ditetapkan…


Apa yg terjadi, ketika ekonomi ini diterapkan???Memang percepatan pertumbuhan ekonomi yg diperlihatkan oleh kapitalis adalah sangat mengagumkan, namun dilihat dari sisi distribusi, prestasi kapitalis dalam menimbulkan kesenjangan ekonomi lebih mengagumkan lagi. Efek kapitalis sangat menimbulkan kekacauan dalam tatanan kehidupan dunia sekarang. Negara di bagi menjadi kelas Negara maju, Negara berkembang, dan Negara miskin…Masyarakat terbagi menjadi kelas kaya, menengah, dan miskin…
Kalo ana ibaratkan Negara maju sekali, negara berkembang, dan negara sangat miskin...

Jika kita melihat dari pendapatan ekonomi masing2 negara adalah terjadi kesenjangan yg sangat jauh antara Negara maju dan Negara miskin. Pd tahun 1970-1980, GNP Ril di Negara miskin $ 17, Negara berkembang $ 624, Negara maju $2117. Data ini dikutip dari, UNCTAD bahwa perbandingan kekayaan antara Negara maju dan miskin th 1990 menjadi 1 : 52… apalagi sekarang behhhh

Dalam system kapitalis, individu diberi kebebasan brelomba2 untuk memperoleh kekayaan…

Misal di Analogikan seperti ini…..

MIsal 1 buah keranjang berisi kue adalah seluruh kekayaan dunia… dan seluruh manusia di dunia berlomba2 dlm mengambil kue dalam 1 keranjang…
Dapat kita pastikan!!!Pasti ada yg dapat banyak sekali, sedikit, dan tidak dapat sama sekali.
Siapa yg mendapatkan kue paling banyak, yaitu org yg memiliki kekuatan…


HUKUM yg berlaku sekarang terhadap ekonomi adalah siapa saja yg mempunyai kekuatan dalam hal ini adalah modal, jaringan, dll akan dengan mudah mendapatkan kekayaannya…

Timbulnya dominasi2 org2 kaya adalah krn individu2 menguasai asset umum. Siapa yg bisa menguasai asset ini, yg punya kekuatan ..modal

Lain halnya dengan sosialis, kepemilikan harta semuanya dikelola oleh Negara. Jadi disini terjadi prinsip persamaan..sama rasa, karya, cipta..
Tp, hal ini malah akan menimbulkan kemunduran produksi…krn pada hakikatnya manusia punya keinginan dalam memenuhi hajatnya semaksimal mungkin…krn disini ada batasan kepemilikan….Panjang sekali, tanyak kawan ilham aja yeeee!!!abis capek nulis nih.

Dalam Islam kekayaan di bagi menjadi 3 macam, yaitu kekayaan yg boleh diakses individu, kekayaan yg dikelola utk umum, dan kekayaan utk Negara…
Kekayaan individu dapat berupa ajir atau upah/gaji, perdagangan, pertanian, waris Pemberian daulah dll. Kekayaan yg dikelola utk umum berupa kekayaan yg secara hajat dibutuhkan oleh org banyak seperti telekomunikasi, barang tambang, SDA, Transportasi, Air, listrik,sector publik dll. Sedangkan kekayaan Negara diperoleh dari khazraj, jizyah, fa’I, dll…

Konsep pemikiran ekonomi makro Islam ini bukan lah ciptaan manusia, melainkan wahyu dari ALLAH SWT lewat sebuah hadist Rasulullah SAW ; Manusia berserikat dalam hal Udara, Air, dan Api. (HR. Abu Dawud, Ahmad, AnNasa;i). Ini artinya sesuai dengan pasal 34 UUD 45. Air, udara, hutan dan barang2 yang menyangkut hajat hidup orang banyak milik masyarakat yg dikelola oleh negara dan dikembalikan ke masyarakat. Blok CEPU padahal ahli geologi dan Pertamina mampu mengelolanya...kok diserahkan ke asing. Ladang minyak di negeri sendiri, anehnya pas naik harga BBM. Bukannya negeri ini untung, malah jadi buntung. Rakyat menanggung beban.

Anehnya,... partai2 Islam mungkin khilaf ya??? .masa setuju BUMN, sumber daya alam di jual!!!

Nah, dalam hal ini jelas konsep kepemilikan Islam lebih adil.. Bahkan rector Trisakti yang sekarang dan banyak cendikiawan lain pernah mengungkap kejujurannya terhdap keunggulan konsep Islam.

Konsep atau ide2 Islam unggul, karena ini merupakan wahyu dari Zat Yg Maha Pencipta, Zat yg Maha besar...

Makanya, mari kita optimis dan menyambut kemenangan Islam dengan langkah2 nyata yg jelas....Merubah tatanan kehidupan yg sekuler menjadi tatanan kehidupan yg bersyari’at Islam...

Prof. DR. Quraish Shihab pernah memberikan pertanyaan???
Katanya Islam diturunkan sebagai rahmatallil’alamin…
Tp, kok rahmat itu tidak terasa sebagai rahmat seluruh alam…

Patut kita bertanya.Kenapa???
Jawabnya adalah Islam tidak dilaksanakan secara menyeluruh. Islam hanya diterapkan pd tataran individu. Pada tataran social, seluruh masyarakat dunia mengambil hukum2 buatan manusia. System uqubat yg digunakan adalah penjara. System kepemilikan umum di akses oleh individu. Sistem ekonomi yg digunakan adalah ribawi. Sistem kehidupan digunakan sekulerisme.

Selama ini, kita dijejalkan bahwa Islam adalah agama yang kaffah dan universal. Tapi, realitasnya politik, ekonomi, sosial, dan aspek2 publik lainnya adalah bukan ajaran Islam. Hanya wilayah privat saja yg kita terapkan. Oleh karenanya, Islam hanya diemban oleh individu2 dan keluarga2 saja.

Oh ya... Selama ini kita takjub pada pribadi2 pejuang Islam seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Ali Thalib, Utsmab Bin Affan, Umar bin Abdul Aziz,dll...Satu contoh. Ketika kita membaca shiroh Khalifah Umar bin Abdul Aziz memakmurkan rakyatnya dan tidak ada satu pun rakyatnya yang menjadi muzakki, karena rakyatnya semua sejahtera. Begitu pula dengan Panglima Thariq bin Ziyad. Pertanyaannya, apakah mereka mampu sendirian membangun kejayaannya ???tentu tidak kan!!! Mungkin kesalahan kita membaca sejarah adalah kita terlampau kagum pada subyek2 pelaku kesuksesan, tapi lupa dengan struktur pembangun kejayaannya. Adapun strukturnya adalah diterapkannya Islam sebagai institusi pemerintahan, yaitu Islam Kaffah.

Sudah saatnya, gerakan Islam berubah !!! Sudah saatnya umat Islam PD menyampaikan ajaran Islam yang kaffah. Sudah saatnya memberikan dakwah yang mencerdaskan masyarakat. Masyarakat siap menerima syari’at, kalo kita jelaskan...

Saya tidak memprovokasi untuk masuk kejamaah tertentu, tapi bagaimana seluruh parpol Islam dengan warna yang berbeda, mengusung ide2 yang sama dalam rangka meraih ridha Allah SWT. Partai2 Islam dengan metode yang berbeda, mengusung kejayaan umat. Partai2 Islam berdakwah dengan memberikan pencerahan dan kecerdasan pada umatnya. Pilihan2 metode masuk kesistem atau diluar sistem adalah pilihan yang mubah. Lewat pendidikan, tabligh, tulisan, dll. Fokus tujuannya adalah menyuarakan syari’at Islam. Berani menyuarakan syariat Islam.

Saatnya Gerakan Islam Kaffah muncul ditengah2 mayarakat dan mencerdaskannya hingga masyarakat menerima Syari’at Islam.

Dan akhirnya !!! InsyaAllah Islam Jaya.mudah2an Allah SWT merihdainya !!!

Jumat, 06 Juni 2008

GERAKAN ISLAM, YOK BERUBAH !!!

Gerakan Islam berupa berupa bangunan sosialnya telah dirontokkan oleh sebuah Negara. Di masa Soeharto, gerakan Islam tidak diperkenankan untuk membangun kekuatan politik dan hanya diberi porsi untuk menjalankan fungsi agama yang simbolik. Fungsi gerakan Islam hanya menjadi layanan rohani bagi publik. Fakta ini dapat dilihat pada naiknya kebutuhan pokok masyarakat, kriminalitas, kemiskinan, pengangguran maka ulama-ulama hanya bisa memberikan kesadaran rohani untuk bersabar menghadapi cobaan ini.

Ketika Soeharto telah ditumbangkan, keadaan gerakan Islam tidak jauh berbeda jika dilihat secara realitasnya adalah sebatas gerakan ritual saja. Ibadah2 maghdah berupa zikir, tilawah, shalat, puasa, haji mampu mengkondisikan kepuasan spiritual jiwa,tapi tidak mampu menyelesaikan realitas sosial yang begitu memprihatinkan. Fungsi agama sebagai kontrol dan mengatur masyarakat dalam tatanan yang Islami telah dibuang semua fungsinya. Semangat pembebasan telah mencuci agama dari wilayah-wilayah sosialnya yang hanya menjadi sekedar pemuas kepentingan-kepentingan praktis individu. Islam telah direduksi menjadi wilayah privat saja, itulah kenyataan saat ini.

Di ranah politik, seorang sosiolog Eropa dalam studinya tentang agama menunjukkan dengan gamblang bahawa agama memang berbeda dengan politik. Namun demikian, dalam hal kekuasaan kedua-duanya sering berhubungan akrab dan memperlihatkan kekerabatan yang erat. Setiap kekuasaan politik selalu tergoda untuk memperluas wilayah kekuasaanya dalam lingkungan agama. Sebaliknya, setiap kekuasaan agama mengalami godaan yang sama untuk memperluas wilayah kekuasaanya di bidang politik.



Selaras dengan pendapat diatas, bahwa Al-Marhumah Nurcholis Madjid pernah menulis buku “Islam Yes, Partai Islam NO”. Sebenarnya, buku ini juga mengusik hati kita untuk mencoba untuk berfikir kritis pada ranah Islam dalam percaturan politik. Kenyataan yang dilihat oleh penulis adalah, ketika partai Islam menjaring massa Islam untuk memperoleh kekuasaan tetapi slogan-slogan dan ide-ide Islam tidak pernah tampak di tampuk legislatif, eksekutif, maupun yudikatif ...

Pertanyaannya ???Apa bedanya partai2 Islam dan partai dengan ideologi lainnya, jika mengusung visi yang sama yaitu kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, pendidikan dan kesehatan yang terjamin...Apakah partai Islam pernah membawa-bawa dalil agama sebagai landasan untuk mengusung sebuah ide??? Jikapun pernah, jawaban yang bisa diterka adalah “ Jangan bawa-bawa agama dalam masalah Politik bung !!!”. Maka tidak bisa tidak asas dan landasan yang dibawa oleh partai Islam di ranah politik praktis saat ini adalah mengambil kemashalatan bersama dengan asas yang tidak sama sekali mengutip Islam dalam mengambil pendapat.


Terlampau tega jika gerakan Islam dibiarkan untuk tidak bersentuhan dengan realitas juga telah mengkarantina agama hanya sebatas siraman rohani saja. Islam telah direduksi secara waktu menjadi wilayah privat saja. Kondisi ini juga timbul jika ketika seseorang beragama percaya kalau arah menuju Tuhan menghendaki untuk lari dari problem-problem kehidupan dan konflik sejarah.

Faktanya tatanan sosial sekarang adalah tatkala masyarakat mati kedinginan di pinggir jalan, anak SD bunuh diri ketika ortu mereka tdk bisa membayar SPP, seorang ibu bunuh diri bersama anak2nya krn himpitan ekonomi, pengangguran yg terus meningkat, kekayaan hanya dinikmati oleh beberapa orang saja sementara mayoritas penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan sulit. Di seberang sana di senayan, atau di Istana, atau di gedung parlemen begitu mudah mereka minta di naikkan gaji mereka, kunjungan keluar negeri berkali2 dg membawa keluarga mereka, minta direnovasi rumah mereka, tidak mau di kritik tapi malah menasehati bahwa rakyat harusnya tau diri..(mereka pikir, rakyat bodoh2 sehingga mereka merasa paling benar dan anti kritik), asset-aset sumber daya alam yang milik rakyat diserahkan satu persatu oleh negara ini. Harusnya, mata kita terbuka melihat tatanan social yang rusak ini. Jd org miskin itu bukan hanya dilihat dari faktor orang yg tidak bisa berkompetisi di kehidupan, tp juga dimiskinkan oleh sistem. Hal ini dibenarkan oleh Eko Prasetyo dlm bukunya org miskin dilarang sakit dan masuk sekolah. (eko p)

Jumlah masyarakat miskin kian hari kian membengkak, jika kita menggunakan standar Bank Dunia. Menurut data terakhir, mencapai di atas 100 juta jiwa, setara dengan 49,5 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 232,9 juta pada 2007 dan 236,4 juta pada 2008.

Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli memperkirakan, angka kemiskinan dan pengangguran tahun 2008 ini akan terus meningkat. Wakil Sekjen Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryono Darudono mengatakan, 2007 lalu angka penganguran sudah lebih dari 40 juta orang. Jumlah ini menjadi ancaman bagi ASEAN, karena kontribusi angka penganguran Indonesia mencapai 60 persen.

Permasalahannya adalah apakah ketika masalah dibuat oleh pemerintah yang terus menimpakan masalahnya pada masyarakat, apakah kita harus bersabar terus-menerus...Masalah ini bukan diciptakan karena personal2 yang buruk. Tapi sudah berakar pada sistem yg zhalim.

Teman penulis pernah berkata, beda orang miskin dulu dan sekaranng adalah orang miskin dulu sifatnya sabar. Kalo orang miskin sekrang lebih SANGAT sabar...hehEhe. itu candaan teman ilham. Analisis teman tadi, mungkin lahir pada realitas ulama2 kita yang menutup mata saat krisis sosial atau seseorang semakin tidak tahu bagaimana keluar dari beban persoalan maka agama kemudian memberi pesan untuk berpaling ke diri sendiri untuk bisa menyiram rohani. Ringkasnya pesan agama yang “menerima, mensyukuri dan memahami realitas”.

Realitas sosial diatas adalah untuk membuka mata hati dan memberikan kesadaran bahwa jika kita sibuk berdiam terus berdiam diri dan trur disibukkan dengan kehidupan sendiri( hukum2 privat saja, melupakan hukum publik) maka kita telah melanggengkan tatanan sosial kapitalis yg bobrok ini… Permasalahnya bukanlah pada ekonomi kita miskin atau pengangguran yang betompok, tapi pada tidak diterapkanya hukum2 Islam yang mengatur masyarakat.

Bersambung ...

Selasa, 03 Juni 2008

Proyek Pemikiran dan Politik Orientalis, Missionaris dan Kolonialis (ORIMIK) II

Oleh karena itu, proyek-proyek pemikiran barat harus dibuka secara lebar-lebar dan dibongkar dengan segala macam yang merusak kita. Karena ini adalah sesuatu yang baru, maka hal ini tidak nampak dan seringkali diremehkan.

Memahami Model Pembelajaran Pemikiran Barat

Orientalisme pada masa lalu sampai sekarang ini begitu gigih belajar pemikiran Islam agar mengetahui titik lemah Islam. Mereka mempelajari bahasa arab, Islam, fikih, dan lain sebagainya tak lain mempunyai misi yang merusak Islam.

Ingat kisah Napoleon Bonaparte yang mengirim 2 buah pasukan kapal untuk memerangi mesir. Ya !!! Napoleon mengirim satu buah kapal berisi tentara dan satu buah kapal berisi pemikir-pemikir intelektual. Pertanyaannya ??? Ada apa dengan pengiriman pemikir-pemikir tersebut ke Mesir? Kenapa tidak dikirim 2 buah pasukan kapal yang berisi seluruh tentara perang??? –jawabannya ada di artikel sebelumnya tentang ORIMIK.

Saat ini, di Indonesia berdiri NAMRU yang merupakan badan intelijen asing berkedok riset yang terletak di Jakarta.. Dan anehnya, mereka tidak meminta apapun kepada pemerintah Indonesia. Mereka hanya meminta kekebalan hukum di Indonesia. Ada apa ini ??? Fahmi Dahlan pernah menyebutkan, bahwa NAMRU adalah kuda Troya Imperialisme.

Jangan pernah kita bersilat lidah, bahwa sekarang ini adalah peradaban yang menolak agama. Otoritas agama tidak boleh dibawa-bawa dalam kehidupan. Dampak dari ini adalah dibawanya Umat Islam ke ide yang merupakan nenek moyangnya sekuler, yakni demokrasi. Bahkan, parahnya!!!Mereka menerimanya dengan antusias. Sepakat dengan demokrasi adalah suatu keberhasilan ORIMIK dalam menjajah kaum muslimin secara pemikiran.



Kondisi fakta melahirkan pemikiran. Jadi, seharusnya umat Muslim wajib merujuk pada wahyu. Menolak wahyu dan menggunakan empiris adalah senafas.

Dalam pemikiran mereka demokrasi wajib di terapkan dalam kehidupan mereka. Karena pada masa sejarah mereka sebelumnya mereka mengalami penindasan , misalnya wanita diam aja dirumah, upeti-upeti yang dibebankan rakyat begitu besar, kaum kerajaan dan pendeta menjadi kaum yang terhormat, menaati tanpa harus tahu konsep tentang trinitas, kekayaan hanya menjadi istimewa pada kaum pendeta dan kaum kerajaan. Dalam hal ini, mereka ditindas secara nyata oleh pemikiran-pemikiran gereja. Ditindas dengan taklid buta untuk patuh sepenuhnya dengan agama mereka.


Pendeta-pendeta menumpuk harta, wanita di kekang kebebasannya, persoalan terhadap trinitas, dan banyak persoalan lainnya adalah masalah-masalah yang akan meledakkan demokrasi sebagai kedaulatan rakyat, sehingga agama tidak boleh menjadi otoritas dalam kehidupan.

Plato mengusung ide ini ke publik dari konteks historis mereka. Jadi pemikiran mereka yakni demokrasi adalah pemikiran lokal. Jadi, dalam hal ini Demokrasi adalah sejarah eropa. Sementara Islam tidak mempunyai masalah terhadap hak-hak wanita, kebebasan yang bersyari’at, apalagi masalah tentang eksistensi Tuhan. Permasalahannya adalah kenapa kita mengambilnya sebagai yang mengatur kehidupan kita.


Mungkin kesalahan kita adalah khilaf dalam mengambil ide-ide diluar Islam tanpa melihat latar belakang sejarahnya. Mengambil pemikiran tanpa mengetahui latar belakanng sosio historisnya adalah keliru.

Memperjuangkan Islam !!!

Kalo ingin mengubah dan memperjuangkan Islam agar diterapkan ditengah-tengah masyarakat maka perlu dibangun tradisi pemikiran. Karena dari situlah, bangkitnya seseorang. Bangkitnya Islam, ketika pengembannya dapat mengetahui secara jelas mana pemikiran Islam dan mana pemikiran kufur.

Sekarang masalah keyakinan, kita mampu menaklukkan tradisi pemikiran-pemikiran Barat. Seperti layaknya pemikir-pemikir Islam seperti :Jabal At-Thariq ,Ibnu Bathutah, Al-khawarizmi, dll...

Memperjuangkannya harus serius, seserius Negara kita dijajah oleh Asing. Ust. Tindyo pernah berkata perusahaan Free Port di Papua begitu serius mereka mengeruk SDA Indonesia di papua. Mereka serius dalam menjajah kita dengan serius terhadap masalah waktu, serius terhadap pengelolaan teknologi dalam eksplorasi, serius dalam menyiapkan UU yang berguna mengokohkan keberadaan mereka di Papua.

Mari kita buka lebar-lebar pemikiran jahat Barat, agar umat sadar bahwa mereka dijajah dengan konspirasi terselubung.AYO!!! Bangkitnya Umat Islam,karena keseriusan pengemban dakwah Islam dalam memperjuangkannya...

Senin, 02 Juni 2008

Proyek Pemikiran dan Politik Orientalis, Missionaris dan Kolonialis (ORIMIK)



Sekarang ini, adalah fase yang paling buruk dari rentetan sejarah umat Islam. Sisi ekonomi payah, politik rusak, hukum diberedel oleh asing, kesejahteraan jauh terpuruk bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan dengan negara-negara barat. Kelemahan-kelemahan umat Islam saat ini, tidak hanya harus disalahkan dari pihak luar yang mencoba untuk menginvasi segala aspek pada Umat Islam. Tetapi kesalahan ada juga terletak pada kita yang dengan mudah mengambil ide-ide di luar Islam. Misi kehidupan lebih percaya pada isme-isme luar. Seperti Demokrasi, Nasionalisme, Sosialisme, Liberalisme, Sekularisem dan lain sebagainya. Dan hal ini diperparah oleh sebagian ulama yang malah latah dalam membenarkannya dan sangat tragis tatkala mereka memperjuangkannya. Islam sebagai hanya salahsatu rujukan dicampakkan mereka dalam kehidupan publik.

Sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan ke masyarakat Islam . "Setuju tidak dengan Islam ???". Jawab mereka :"Ya.ya. ya. Saya setuju, Tapi... ". Dari jawaban tadi, dapat penulis klaim, mereka dalam hal ini yang menjawab adalah generasi-generasi yang jadi korban orientalis, misionaris, dan kolonialis yang sukses mempengaruhi seluruh pemikiran mereka. Menjadi muslim yang shaleh ibadah , tapi miskin pemikiran Islam, dan miskin menata kehidupan Islam yang Kaffah.

Bagi orang yang mau berfikir, mereka akan mencoba mencari sebab-musabab timbulnya kemunduran Islam yang sangat pelik ini. Hal ini adalah rahasia umum, bahwa pemain utama dalam kemuduran Islam adalah ORIMIK. Senjata-senjata dan perang fisik tidak dapat menghancurkan Islam secara aqidah dan pemikirannya. Maka, senjata yang paling efektif adalah ORIMIK secara pemikiran yang berguna meragukan kebenaran Islam dan membenarkan keraguan pada Umat Islam.




Dirobohkan pemikiran-pemikiran Islam dari kancah sumber rujukan Umat Islam, maka hancurlah kaum muslim. Ini dapat dilihat secara fakta, meskipun muslim masih ada hingga hari ini, bahwa tradisi keilmuan umat Islam telah hilang. Tradisi membaca dan menulis serta ijtihad-ijtihad masalah kontemporer telah di vonis selesai beberapa silam lalu.

Secara fisik orang Barat dan Islam nampak perbedaannya secara fisik, tetapi tatkala pemikiran-pemikiran ORIMIK sekarang sudah merasuk keseluruh negeri, termasuk kaum muslim. Mereka berada di samping kita, didekat kita, tetangga, bahkan keluarga terdekat kita. Maka, merekalah yang menjadi musuh-musuh penentang Islam yang tidak tampak secara kasat mata. Inilah yang berbahaya dari buah pemikiran ORIMIK yang merasuk kejiwa-jiwa kaum muslimin.

Saat ini, Umat Islam dihadapkan dalam sebuah masalah yang menghinggapi secara kompleks, maka sangat dibutuhkan bagi para pengemban dakwah Islam untuk bisa memahami ilmu tentang konstelasi dalam rangka mensukseskan dakwah itu sendiri.
Sebagaimana dahulu, ketika Rasulullah SAW dalam menghadapi perang, Beliau menurunkan intellijen untuk melakukan spionase dalam mengetahui secara jelas kondisi musuh dari jumlah, senjata, angkutan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perang.

Oleh karena itu, proyek-proyek pemikiran barat harus dibuka secara lebar-lebar dan dibongkar dengan segala macam yang merusak kita. Karena ini adalah sesuatu yang baru, maka hal ini tidak nampak dan seringkali diremehkan.

Bersambung...

Selasa, 27 Mei 2008

ALIRAN SESAT

Pada waktu sore hari si Toing (bukan name sebenarnye seih…name kesayangan yg diberikan same mamaknye..beh,anak mami toh!!!) sedang ngaji Al-Qur’an di ruang tamu. Tiba-tiba mamaknye mendekat, sekaligus menyeru kepade anaknye :”Hati-hati ing ye!!!Jangan masok aliran sesat…Pilih Islam yang biase2 jak. Ndak osahlah Toing ngade2 Maksodnye , ndak osahlah Toing masok aliran macam2.” Toingpun kaget, kenape tibe2 mamaknye ngomong kayak gitu. Toingpun menjawab dengan sopan. “ Emangnye ade ape mak ??? “.”Toing liatkan di TV –TV, sekarang nih betompok aliran sesat, malahan yang jadi sasaranye tuh budak2 SMA dan budak2 kuliah yg pintar2 pulak.”seru Emaknye menerangkan.
Cerita diatas adalah fenomena kekhawatiran orangtua yang mulai aneh jika melihat anak2nya mulai menambah pemahaman dan pengamalan Islam sebagai agamanya secara intens (bahase ape pulak tuh)yang terjadi di lingkungan kita. Padahal harusnya, orangtua bersyukur ketika anaknya mulai memahami akan agama ini dalam rangka menyiapkan bekal hidup dalam perjalanan sesudah kematian nanti(beh...mesti berubah juga kamek nih). Dan tentunya anak yang shaleh jadi investasi orangtua untuk mereka kelak di akhirat(wah...kalo getoh,kamek maok ngedidik anak jadi sholeh gaklah).



Kekhawatiran orangtua adalah sangat wajar, karena ini adalah bentuk perhatian seseorang terhadap anaknya agar tidak terjerumus dalam aliran sesat. Orangtua mana coba, yang tega membiarkan anaknya jatuh ke dalam jurang kenistaan??? Jawabnya, tentu tidak !!!
Oleh karena itu adalah sangat baik dan benar, jika kita bisa memahami secara mendalam dan dapat membedakan ajaran Islam yang lurus dan sesat. Lebih baik lagi, apabila kita dapat memberikan penjelasan kepada orangtua kita. Apalagi, kalian adalah para pemuda-pemudi Islam yang telah akil baligh karena pada waktu itulah kalian dibebani hukum pahala dan dosa. Makanya , sudah seharusnya kalian tahu tentang hukum Islam yang menyangkut perbuatan kalian selama di dunia.
Nah!!! Islam yang seperti apakah yang di klaim lurus ???
Mari kita ulas sejenak pengetahuan agama Islam kita. Sejak bangku SD sampai kita duduk di bangku SMA, kita selalu di ajarkan terus-menerus tentang Rukun Iman dan Rukun Islam. Tak heran jika kita hafal di luar kepala (hayooo...berarti tidak hafal tuh.Chian ye) tentang ini, karena diajarkan terus-menerus bertahun-tahun.
Pertanyaan ini begitu penting....Pertanyaannya adalah, kenapa hal ini diajarkan terus-menerus??? Karena Rukun Iman dan Rukun Islam adalah inti pokok ajaran Islam .Nah!!!Rukun Iman dan Rukun Islam adalah pedoman atau standar dasar bagi kaum muslim untuk memilah mana Jalan Islam yang lurus dan Islam yag sesat.
Tapi, anehnya  !!! Kenapa masih ada aja orang2 yang nyeleneh dan nyimpang dari ajaran Islam...Kenapa itu bisa terjadi ???
Ternyata eh ternyata (mengambil sedikit syair bang Roma Irama), aliran sesat sengaja dibuat oleh manusia2 yg tidak senang terhadap Islam...Pernyataan ini, tidaklah klaim subjektif kami...tetapi, MUI telah memberikan kesimpulan ini setelah menginterogasi salah satu kader jama’ah aliran sesat Al-Qiyadah Islamiyah. Mereka di danai oleh asing untuk membuat kekeliruan dan kegamangan, serta menambah keraguan di dalam jama’ah kaum muslimin.
Belum lagi, Ahmadiyah yang pusat kekuatannya ada di London, Inggris. Mereka adalah aliran sesat buatan negara Inggris untuk menghancurkan dan mengalihkan perjuangan umat menuju gerakan Islam yang ingin menerapkan Islam secara kaffah (paripurna/sempurna) sebagai Rahmatalil ‘alamin..
Wah...wahh.wahhh....berabe nieh!!!!
Ternyata memang benar, aliran sesat sengaja dibuat untuk menjauhkan dan umat melencengkan umat Islam terhadap pemahaman Islam yang sesungguhnya...(maka dari itu, waspadalah...waspadalah).

Sabtu, 24 Mei 2008

Generasi PUNK Bermartabat

(Sejarah punk yg ingin melahirkan sistem sosial yang menerapkan kreatif, anti kekerasan, penindasan, komersialisme, tetapi ditelikung oleh gerakan muda yang kebablasan)

Menjadi anak PUNK adalah salah satu fenomena style dan gaya hidup anak muda zaman sekarang. Punk punya ciri khas yang unik secara penampilan. Mereka pake celana pensil, baju hitam ketat, sepatu bot, berpenampilan compang camping bahkan lebih mirip gelandangan, ,rambut yang bergaya mowhawk ,spike kulit yg mereka kenakan di tangan, memakai sepatu boot militer, dan mengenakan penampilan "compang camping" dan gaya hidup menggelandang.
Menurut NDENK_PUNK_STREET OI seorang Punker dari sumber milis sebuah web blog Adrian Blog, “PUNK itu hidup bebas tidak ada aturan. Punk adalah sesuatu tentang keinginan untuk berubah dan jadi diri lo sendiri!!!!trus punk itu adalah kebebasan tanpa norma yang menjerat, kreatif, anti kekerasan, penindasan, komersialisme”.
Pendapat lain yang lebih lebih ideologis oleh Hehen Anarhios, dalam web blog Adrian Blog. Menurut Hehen Anarhios, yaitu : “Punk ga hanya celana pensil, baju hitam ketat, sepatu boot dan asesoris lainnya. Punk itu pemikiran kita yang berjuang melawan kebiadaban aturan yang mengekang di masyarakat.”


Dari berbagai pendapat dalam mendefinisikan PUNK secara cukup komprehensif. PUNK menurut sumber sebuah situs Anarchoi. Gudbug. Com adalah PUNK itu kehidupan dimana kita membenci sistem yang anarkis dan memenjarakan kebebasan. PUNK itu hidup bebas ga da aturan. Pandangan bagi penganut PUNK pada kehidupan adalah lakukanlah semaumu tanpa ada aturan yang mengatur.
Secara sadar kita tahu, bahwa punk dan aliran-aliran yang sejenis yang digandrungi anak muda sekarang adalah pandangan hedonisme yang diterima dengan begitu cepat. Baginya, bersenang-senanglah atas dirimu seakan-akan besok engkau akan mati, tidak ada hidup sesudah mati. Luar biasa pekikan mereka... Sebenarnya kita “today's generation” bisa memaklumi apa yang mereka pikirkan. Pemberontakan terhadap aturan-aturan memang sangat mungkin terjadi di usia muda. Mengapa? Karena elemen-elemen masyarakat sebagai persepsi, tidak memberi kita tempat dan waktu yang lebar untuk mencurahkan semangat dan ekspresi yang meluap-luap (darah muda).
Punk memang menjadi penyakit di masyarakat kita, kenapa menjadi penyakit karena mereka memang sedang sakit sebenarnya, sakit moralnya, sakit hatinya,sakit pikirannya,sakit segala-galanya. Bagaimanapun gaya hidup punk adalah gaya hidup yang tidak bermutu, tidak punya tujuan yang jelas. Malah yang ada adalah kesemrawutan, kacau,dan gila (gila beneran), nyeleneh. Kalau ada orang yang dibilang gila,parah,kacau malah mereka senang.(aneh ya!!!)

Tulisan ini tidak bertujuan secara khusus mengkritisi aliran PUNK, namun bertujuan lebih umum, yaitu untuk menjelaskan seputar pandangan mereka terhadap kehidupan ini. Harapannya, agar kita dapat bersikap kritis dan waspada terhadap aliran PUNK dan pandangan-pandangan yang nyeleneh sejenisnya.

Pertanyaannya...Kenapa mereka bisa berbuat dan berfikiran seperti begitu ???
Pertanyaan yang juga bisa dijadikan renungan bagi kita pemuda-pemudi Islam. Mari kita tanyakan juga pada diri kita juga !!! Apakah kita sudah menjawab hakikat diri kita di dunia ini??? Kenapa harus menjawab hakikat diri ini ??? Karena dari jawaban itu, maka akan berakibat secara luas dalam landasan berfikir kita untuk melakukan sesuatu.

Menjawab Hakikat Diri

Udah dewasa gini dunk, kita nih... seharusnya sudah bisa berfikir secara jernih dan mendalam untuk bisa menyelami hakikat diri ini. Nah, pertanyaannya !!! Bagaimana cara menyelami hakikat diri??? Mari, saatnya kita menjawab ketiga pertanyaan yang besar dan mendasar tentang kehidupan ini secara jujur, ikhlas, dan mengesampingkan prasangka-prasangka buruk.

Sebagai orang yang telah akil baligh dan mampu berfikir secara mantap (kate bg ifan), maka tentunya kita harus memiliki cara pandang mendasar terhadap kehidupan dunia ini, dari mana, untuk apa didunia, dan kemana setelah hidup didunia? Pada faktanya, kita memang telah ada dan dilahirkan di dunia ini, dan wajar jika kita menanyakan hal diatas. Iya nggak !!!

Cara pandang manusia terhadap kehidupan dunia, hubungan dunia dengan kehidupan sebelum dan sesudahnya akan membentuk pemikiran mendasar. Ketika seseorang ditanya, “Dari mana Anda berasal?”. Seorang muslim akan menjawab, “ Kehidupan dunia ini beserta alam semesta dari Khalik (sang pencipta), yaitu Allah SWT. Pertanyaan berikutnya adalah, “ Untuk apa anda hidup didunia ini dan setelah kehidupan dunia anda akan kemana ?”. Seorang muslim tidak akan sekali-kali pernah menjawab :”Saya hidup didunia ini ini untuk mengejar kesenangan hidup dan materi. Perbuatanku selama didunia tidak ada pertanggungjawabannya untuk kehidupan setelah didunia. Aku tidak mengenal pahala dan dosa. Oleh karena itu, tidak ada hari pembalasan, dan tidak ada akhirat.

Sobat...setelah kita secara mantap dalam menjawab ketiga pertanyaan mendasar diatas, maka secara sadar kita telah memahami hakikat diri, bahwa hidup hanya semata untuk meraih keridhaan Allah SWT, dan setelah mati kita akan kembali kepada Allah SWT dan akan ditempatkan di Surga atau di neraka sesuai dengan realitas amal kita selama didunia.

Beh,... kalau saja anak PUNK berani, jujur, dan ikhlas tanpa ada prasangka dalam berfikir dan merenungkan hakikat diri siapa sebenarnya dia (kita juga lohhhh). Bakalan gak ada lagi deh, orang yang kebablasan dalam berfikir, berperasaan, dan bersikap. Bahwasanya, setiap makhluk pada fitrahnya tidak bebas dalam bersikap selama didunia, tetapi mereka diikat oleh hukum-hukum yang terikat sebagai makhluk yang telah diciptakan oleh Allah SWT. Karena setiap perbuatannya akan dihukumi pahala dan dosa oleh sang pencipta yang akhirnya berujung pada pertanggungjawaban dunia...

Akhirnya, ketika siapapun dia mulai dari : anak PUNK, anak METAL, anak SLANK, anak UNDERGROUND ,anak GAUL, dan anak-anak kecil (eh, kok bawa2 anak kecil sech), dan semua manusia yanng ada dimuka bumi ini mampu menyelami hakikat dirinya, maka mereka telah mampu memecahkan.


Jumat, 23 Mei 2008

Sistem Perubahan Sosial

Revolusi atau Reformasi !!!
Reformasi ???
Apa itu reformasi ???
Wah, Saya bukan orang yang ahli dalam mendefinisikan hal ini.

Tapi, bahasa sederhana Saya adalah merubah secara bertahap di cabang-cabang masalah. Nah, Yok kita urai masalah di negeri ini. Masalah yang selalu berulang terus-menerus dari dulu sampai sekarang adalah kriminalitas yang selalu meningkat, KKN, kemiskinan yang bertumpuk, berbarisnya pengangguran, Seks bebas, pendidikan yg mahal, kesehatan yg dikomersialisasikan, penjajahan dari bidang ekonomi, kesehatan, politik, wah panjang sekali kalo ditulis semuanya…Nah !!! inilah mungkin yang ingin dirubah oleh kita para aktivis pejuang. Solusi yang ditawarkan dari setiap permasalahan hanya di identifikasi secara sederhana atau dangkal, makanya tambal sulam masalah yg rutinitas akan tetap terjadi sepanjang tidak merubah asas atau landasan yg menjadikan penyebab lahirnya masalah tersebut.

Mengurai benang masalah masyarakat sama seperti kamek analogikan pohon yang berpenyakit. Yaitu pohon yg tidak bisa berbuah, daunnya penuh ulat, kulitnya kering, daunya mulai mengering. Nah, mulailah kita memberikan perlakuan kepada pohon tersebut agar terbebas dari penyakit-penyakitnya. Di kasi pupuk, diberi air, disemprot herbisida, diberi vitamin, semuanyalah...Apa hasilnya........... Apapun perlakuan kita dlm mengatasi masalah2 pohon diatas adalah mustahil. Karena penyakit-penyakit diatas hanyalah akibat-akibat yg muncul karena ada sumber penyebabnya. Apa penyebab dari timbulnya seluruh penyakit dari pohon tadi. Penyakitnya adalah akar pohon tersebut telah terserang virus... Wah...berabe nih, masalahnya...Perlakuan seharusnya adalah –tidak bisa tidak- ganti pohon dan beserta akar2nya, karena kerusakan ini sudah mengakar(sistemik).


Begitu pula dg realitas kehidupan sekarang, KKN, kemiskinan, hamil di luar nikah, moral yg bejat, pejabat yg haus kekuasaan, adalah hanya akibat-akibat saja dari sumber yg menjadikan lahirnya cabang2 masalah. Perlakuan apapun hanya akan memberikan solusi tambal sulam. Apa sumber penyebab dari akibat-akibat yg muncul, yaitu….

Kita bisa bertanya, persoalan apa yang bisa diselesaikan oleh negara dengan tuntas. Korupsi masih terus terjadi, bahkan menimpa aparat yang seharusnya menegakkan hukum. Tentu saja bukan tanpa alasan kalau sebuah lembaga anti korupsi menyebutkan lembaga penting negara seperti DPR, Kepolisian, dan Lembaga pengadilan justru menjadi tempat subur korupsi. (masih adakan SMS yg menyatakan korupsi tidak bisa di deteksi, dari kejaksaan agung lagi).
Memang, beberapa koruptor dijebloskan ke dalam penjara. Namun, tanpa kacamata siapa pun bisa melihat, di sana ada tebang pilih. Kasus besar seperti BLBI malah dihentikan justru oleh aparat kejaksaan sendiri. Alasannya: tidak terdapat bukti pelanggaran hukum! Sungguh menyedihkan. Padahal BLBI telah menyebabkan negara rugi ratusan triliun rupiah.
Keamanan juga sama. Kita menyaksikan di depan mata bagaimana pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan perampokan terus-menerus terjadi, seakan tidak bisa dicegah (Buser, Sergap terus tayang). Kemiskinan jadi pemandangan yg biase di kote2 besar.

Dalam hal kriminalitas yang terus terjadi, efek yang harus diterima oleh negara adalah dari hari kehari semakin bertambah penghuni penjara. Koran Kedaulatan Rakyat tanggal 17 Mei 2008 menyebutkan bahwa di salah satu kota di Jawa Tengah, tiap harinya keluar 9 orang tahanan dan masuk 30 orang tahanan setiap harinya.Ironis...
Mungkin para elit politik berargumentasi, kita butuh proses, kita baru memasuki era baru, sambil menyalahkan era sebelumnya. Pertanyaannya??? Haruskah rakyat menunggu proses yang demikian lama sementara kematian, sakit,kriminalitas, akses pendidikan yang mahal, kesehatan jd barang mahal dan kelaparan ada di depan mata mereka? (menyedihkan) .Apalagi tidaklah tepat kalau dikatakan kita baru memasuki era baru. Bukankah sejak merdeka sampai sekarang kita sudah menjalankan sistem Kapitalisme. (Artikel saya sebelumnya yg menjelaskan 3 ideologi di dunia)...Artinya, sudah puluhan tahun kita menjalankan sistem ini, tanpa hasil yang menggembirakan. Kalau sudah puluhan tahun kita menjalankan sistem ini , ternyata terus gagal, mengapa harus kita pertahankan?
Di sinilah letak pentingnya kita menilai akar masalah kita selama ini… (jawaban diatas).Inilah biang kehancuran kita selama ini... Siapapun pemimpinnya, tetapi masih dalam sistem yg seperti ini, maka msalah2 dunia dan negeri ini akan tetap berulang lagi...
Sistem social alternatife yang ditawarkan oleh aktivis perjuangan ideologis adalah Khilafah Islamiyah atau Sosialisme… Sosialisme!!! Waaduh, jangan yee... – sebelumnya, saya kirim artikel tentang 3 ideologi.
Point penting dalam penegakan syariah Islam bagi Indonesia adalah untuk meraih keridhaan Allah SWT, dan efek yg ditimbulkan adalah menyelesaikan persoalan kita secara tuntas. Apa yang terjadi sekarang sesungguhnya penyebabnya sudah jelas(AKAR MASALAH DARI TIMBULNYA CABANG2 MASALAH), yaitu sistem Kapitalisme. Apapun solusi yang ditawarkan, yang masih berbasis Kapitalisme, pasti gagal. Karena itu, solusi kita tinggal satu: kembali pada syariah Islam.
Masalah ini, bukan hanya timbul di Indonesia, tapi timbul pada negara2 yg menjadi pengekor ideologi kapitalisme yaitu negara berkembang (mayoritas negara2 berpenduduk muslim). Sedangkan yg menjadi pengemban ideologi kapitalisme adalah negara2 maju. Sedangkan ideologi Sosialisme meskipun JELEK menurut pandangan kita, tapi prestasinya dalam hal menyediakan pendidikan dan kesehatan dan sembako yg gratis adalah luar biasa. Bukankah tugas negara adalah menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya!!!... (Tp Jangan yg ini...Krn sosialisme menganut ide materialisme yg tidak sesuai dengan fitrah manusia)
Ide Islam sebagai Rahmatallil’alamin
Al-Din merupakan suatu institusi yang memiliki sistimnya sendiri. Dalam kaitannya dengan Islam adalah pengakuan dan kepercayaan terhadap apa yang diturunkan Allah dan mengambilnya sebagai pandangan hidup (manhaj al-hayat). Sedangkan dalam kaitannya dengan agama lain al-Din adalah apa yang dipercayai manusia dan dijadikannya pedoman hidup ilmiyah maupun amaliyah. Jadi tidak salah jika umat Islam menggunakan konsep al-Din untuk memahami agamanya. Dan karena al-Din yang dilabelkan kepada Islam adalah agama yang lurus, al-Din al-Qayyim. ( dari sebuah tulisan “Proyek ‘Pembaharuan’ Pemikiran Islam di Indonesia (Kajian kritis dan evaluatif untuk pemikiran Cak Nur )” oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi M.Phil - seorang pewaris Pesantren Gontor- )
Teman-teman lainnya mungkin menerima dan sepakat dengan ide-ide dan slogan-slogan Syari’aT Islam dan Khilafah.. Permasalahannya, lalu menilai apriori dengan ide ini karena hanya sekedar slogan saja.... Hukum-hukum yang mengatur hukum publik, yang mungkin masyarakat khilaf karena sejarah Islam selalu dikaburkan oleh ORIENTALISME...Ndak ade ajaran Islam yg ngatur publik, itu hanya kepemimpinan Rasul saja (begitu biasenye kate orang2 yg maok mereduksi Islam jadi wilayah privat saja... Padahal kan Islam ngatur kita dalam kehidupan privat dan publik..

Thariqah Perjuangan...
Sebagai muslim, kita harus bisa membedakan mana produk pemikiran yang Islami dan yang tidak. Nah, untuk demokrasi memang adalah sistem kufur. (sudah dibacakan artikelnye). Permasalahan yang panas dari dulu sampai sekarang adalah haram ikut parlemen. Demokrasi adalah kufur. Tapi ketika masuk kedalam sistem dalam rangka untuk memperjuangkan Islam adalah mubah. (Pendapat atau (pake “atau”, sy ndak tau) Fatwa Syaikh Ibnu Taimiyyah, Syaikh M. Siddiq Al Jawy, Abu Yusro, dll (ini saja yg tau), cari di Internet pasti banyak refernsinya). Bahkan syarikah di Yordania pernah masuk didalam parlemen di negeri mereka. Didalam parlemen, mereka menawarkan ide2 dan banyak kebijakan politik Islam. Jawabanya “SAMA” dengan di artikel yang sebelumnya ketika kita masuk di dalam parlemen. Bukan hasil yang ingin diperoleh jama’ah, tapi proses dakwah menuju tegaknya syari’at dan khilafah.
Membentuk parpol, kemudian ikut pemilu, dan tidak terjebak dengan pragmatisme adalah bentuk perjuangan yang jelas. Menyatakan ingin memperjuangkan Syariah dan Khilafah secara berani. Menyatakan menolak pemimpin perempuan secara lugas . Inilah yang semestinya dilakukan parpol di parlemen. Jadi parpol bukan sekedar ikut pemilu, tapi yang disuarakan tetap syariah dan khilafah serta tanpa kompromi dengan hukum kufur dan tidak tercebur adalah mubah hukumnya.
Lewat pendidikan, tabligh, media tulis, media elektronik dll adalah sarana saja dalam memperjuangakn Islam. Tujuan dari semuanya adalah tersebarnya nilai2 Islam di tengah masyarakat. Namun jangan lupa terhadap perjuangan Islam yg kaffah... Islam mengatur hukum publik dan privat... Selama ini, kita hanya menjalankan ibadah privat saja semenjak pemeritahan Islam telah runtuh pada 1924 M....
Hukum2 publik secara kaffah hanya bisa dilaksanakan oleh pemerintahan Islam. Ada teman-teman yang mencoba untuk mempertanggungjawabkan ini dalam bentuk amal nyata. Contohnya : SDA adalah milik masyarakat, khajraz, dll. Nah, tugas ini tidak bisa diemban oleh kelompok bukan !!!. Tugas ini wajib diemban oleh seorang Imam atau Khalifah. Imam/Khalifah adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus. (HR Muslim).

Oleh karena itu, hukum publik secara relevan hanya bisa diterapkan secara kaffah jika pemerintahan Islam tegak... Sistem uqubat (pidana), sistem ekonomi islam, sistem pemerintahan islam, sistem pergaulan islam adalah kewajiban negara dalam mengembannya...Sedangkan hukum2 yg mengatur ibadah maghdah dapat diterapkan oleh individu2 dan kelompok muslim.
Untuk penegakan Syari’at Islam, yang terpenting adalah pencerdasan masyarakat. Masyarakat harus dipahamkan wajib dan pentingnya Khilafah Islam, dan bagaimana Islam memberikan solusi, kemudian diarahkan untuk mau merubah kondisi bangsa ini -yang tidak menerapkan syariah Islam- dengan berdakwah kepada orang lain. Sejarah Nabi Muhammad SAW, ketika mendirikan Negara Islam Madinah terdiri dari beberapa kelompok Islam (± 50 %) ,kelompok Yahudi, Nasrani, atheis, dll. Tapi, ketika Rasulullah SAW mendirikan Negara Islam Madinah, Muslim dan non muslim sama haknya dalam hal perlindungan harta,nyawa,martabat masyarakat Madinah.
Syariah Islam sebagai solusi bukanlah slogan. Ia bisa dipertanggungjawabkan secara ideologis, dan praktis. Ketika masyarakat mau menerima, Islam akan diterapkan secara praktis dan ideologis...Mobilisasi umat Islam yang cerdas,bukan 1 kelompok yang cerdas. Hal ini akan dapat terealisir jika semua kelompok Islam dengan warna2 yg berbeda yang berjuang demi tegaknya Syari’at Islam...
Ust. Yoyok Prassetyo pernah mengibaratkan umat Islam seperti Marching Band. Ada yang memainkan drum, A, B, C, D. (hehe, ndak tau name alatnye). Begitu pula dengan realitasnya, Muhammadiyah dengan pendidikan dan kesehatannya, NU yang lekat dengan kaum tradisionalnya, JT dengan tablighnya, dan seluruh kelompok Islam dengan masing2 komponen perjuanganya mencerdaskan umat Islam dengan perjuangan syari’at Islam secara kaffah untuk mengatur kehidupan bersama".

YOK, .....TEGAKKAN SYARI”AT ISLAM SECARA KAFFAH.



Kamis, 22 Mei 2008

Orientalisme, Sekulerisme, dan Kolonialisme

Menyimak hasil ceramah Ust. Yoyok. T. Prasetyo

Shalahuddin Al Ayubi adalah salah seorang muslim yang lahir dari suku Kurdi. Salah satu suku yang tidak diperhitungkan dikancah internasional, karena kerendahan taraf berfikirnya sehingga menimbulkan tatanan kehidupan yang tidak tidak pernah maju.

Dasyatnya !!!Shalahuddin Al-Ayubi mampu menyatukan umat Islam pada abad 12 H di benua Afrika, Asia, Eropa Timur dan seluruh negeri muslim dalam satu tatanan pemerintahan yang teratur yang sebelumnya pernah keluar dari Daulah Islam di abad 11 H.

Umat Islam pernah mengalami kemorosotan prestasi di bidang politik, pendidikan, sosial, ekonomi...Pada bidang sosial, masyarakat Islam saat itu terpecah menjadi beberapa kubu atas nama mazhab antara lain Mazhab Syafi’i, Mazhab Hambali, Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, dll. Perpecahan ini berdampak pada pembunuhan pada jama’ah masing-masing mazhab yang berbeda. Pada bidang pendidikan, masyarakat Islam mengalami taraf berpikir yang rendah sehingga mengakibatkan melemahnya peradaban Islam saat itu. Akibat dari kemunduran umat Islam saat itu, kaum Salibis akhirnya dapat merebut tanah Palestina di tahun ± 1090 H.




Muncul upaya untuk membangkitkan kembali peradaban Islam yang mulia. Beberapa pemuka agama Islam saat itu menganalisis, bahwa kemunduran umat Islam adalah dikarenakan politik yang tidak kondusif. Mulailah dikontruksi ulang percaturan politik umat Islam, tapi tidak memberikan penyelesaian di tengah-tengah masyarakat. Setelah diteliti secara mendalam, ternyata persoalan politik hanyalah akibat-akibat yang muncul dari suatu sebab. Karena sebab inilah yang akan melahirkan cabang-cabang akibat. Imam Ghazali menilai, bahwa sebab kemunduran Umat Islam saat itu dikarenakan taraf pemikiran Umat Islam yang rendah. Syaikh Abdul Qadir Jailani menyambut pernyataan Imam Ghazali secara positif. Hal ini, menjadi suatu gerakan yang masif untuk membangkitkan kembali peradaban Islam dengan cara menulis banyak buku, memberikan pengajaran-pengajaran kepada umat, dan banyak mendirikan madrasah-madrasah untuk membangun kesadaran pemikiran umat Islam.

Setelah beberapa tahun lamanya Umat Islam di tarbiyah secara insentif dari madrasah-madrasah dan kajian-kajian ilmu yang dipelopori oleh Imam Ghazali, lahir seorang Panglima Perang Umat Islam dari Suku Kurdi, namanya Shalahuddin Al-Ayubi. Pada tahun ± 1100 H, Khalifah saat itu bernama Nuruddin Zanki memberikan tugas kepada sang Panglima Perang Shalahuddin Al Ayubi untuk membebaskan Tanah Palestina dari Kaum Salibis. Peperangan itu dimenangkan oleh kaum Muslimin dan mampu merebut Tanah Palestina ke pangkuan kesatuan umat Islam.

Butuh perjuangan yang panjang dalam tarbiyah untuk membangkitkan pemikiran umat Islam. Pada tahun 1090 H, Palestina direbut oleh Kaum Salibis karena kelemahan umat Islam dalam taraf berfikir sangat rendah. Upaya untuk mebangkitkan kembali umat Islam melalui tarbiyah memakan waktu yang sangat panjang, membutuhkan waktu hampir kurang dari 1 abad sehingga memperoleh prestasi yang luar biasa dengan menaklukan kaum Salibis dan mengembalikan tanah Palestina ke pangkuan Umat Islam.

Keadaan kelam sejarah umat Islam tak jauh beda dengan keadaan sekarang, dimana umat Islam harga dirinya diinjak-injak, Rasulullah SAW di hina berulang kali, di jajah secara ekonomi, politik, sosial , bahkan negeri-negeri yang ditempati mayoritas Umat Islam di nobatkan sebagai negara ketiga. Label dunia ketiga merupakan label yang sangat tidak diperhitungkan di kancah politik internasional. Dan hal yang sama terjadi di sejarah, yaitu Tanah Palestina direbut oleh Kaum Yahudi. Umat Islam hanya bisa pasrah menerima keadaan sekarang. Umat Islam hanya bisa berapologi defensif, ketika diserang pemikiran bahwa hukum umat Islam melanggar HAM, tidak berpihak ke kesetaraan gender, Islam adalah agama teror yang memerintahkan jihad, Islam adalah agama yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini, mengakibatkan Umat Islam latah dalam mengikuti ide-ide dari asing berupa sekularisme, liberalime, pluralisme, demokrasi, feminisme, jihad adalah bentuk defensif, HAM, dll. Umat Islam hanya bisa inferior menilik kembali sejarah Umat Islam yang mengalami kejayaan yang luar biasa.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Tanah Palestina akan dibebaskan dua kali oleh Umat Islam. Tidak bisa dipungkiri, bahwa setiap perkataan Rasulullah adalah benar adanya. Maka pertanyaan yang pantas di tembak ke hati setiap muslim adalah pilihan bagi kaum Muslimin untuk terlibat dalam pembebasan tanah Palestina atau sekedar menjadi penonton menunggu datangnya kemengan kaum Muslimin.

Bagaimana mewujudkan misi tersebut???
Saat ini, Kaum muslimin sama halnya dengan sejarah kelam masa lalu, bahwa kaum muslimin mengalami kemunduran dalam taraf berfikir. Oleh Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani, bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia.

Umat Islam saat ini telah kehilangan visinya. Apa visi umat Islam sebenarnya. Rasulullah SAW bersabda : Aku di utus Allah SWT untuk menegakkan kalimat tauhid dengan pedang.Visi umat Islam adalah mengambil peran dalam mengatur percaturan internasional. Ketika umat Islam tidak mempunyai visi dalam mengemban risalah dan dakwah maka umat Islam akan mengalami stagnasi atau malah kemunduran. Padahal kenyataannya, Rasulullah SAW bersabda : Islam itu tinggi, dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.

Umat Islam telah kehilangan semangat untuk mengemban risalah menjadi negara Superpower. Hal ini juga terjadi ketika Turki Utsmani menjadi khalifah saat itu. Khalifah menghentikan jihad, sehingga yang terjadi adalah membuat lemah intern umat Islam karena disibukkan dengan masalah internal umat Islam. Kehilangan visi ini membuat mata penjajah makin terbuka untuk menjatuhkan Daulah Khilah Turki Utsmani.

Parahnya !!! Ketika umat Islam tidak mempunyai visi,sekarang ini umat Islam malah menjadi pembebet visi orang lain. Salah satu visi penjajah kaum muslimin yang sekarang diterapkan di hampir seluruh negeri Islam adalah memperjuangkan demokrasi sebagai landasan politik untuk mengurusi kebijakan masyarakat. Visi Demokrasi digaungkan besar-besaran oleh Amerika, dan disambut positif oleh hampir negeri muslim. Dan diperparah lagi dengan ulama-ulama Islam yang latah dalam berfatwa, bahwa Islam juga menganut paham demokrasi.

Makanya tak heran, jika kita melihat Presiden SBY mendapat penghargaan Medali Demokrasi dari Internasional Association of Political Consultant (IAPC) karena keberhasilannya sebagai pelaksana sistem demokrasi sebagai contoh di negara-negara Asia. Tapi kenyataannya, Demokrasi tak semanis kampanyenya, Realitas Demokrasi di Indonesia tak seiring dengan peningkatan kesejahteraan malah membuat duka yang sangat mendalam bagi rakyat Indonesia. Disaat pejabat eksekutif dan legislatif menghabiskan uang rakyat dengan meminta menaikkan gaji mereka, rapat di gedung mewah, kekuasaan jadi ladang empuk untuk meraih kepentingan sebanyak-banyaknya, korupsi menjadi proyek penjahat-penjahat pemerintah. Ironisnya!!! Mayoritas masyarakatnya hidup sengsara, penduduknya kelaparan, harga kebutuhan pokok naik, kekayaaan hanya diistimewakan oleh segelintir orang saja dan ini membuat kesenjangan miskin dan kaya sangat jemplang.

Visi yang digaungkan Amerika atau barat hanya akan membuat peradaban mereka, dan sebaliknya bagi para negara pembebet yang ditipu akan menuai hasil yang tak semanis kampanyenya. Makanya, tidak ada yang bisa diharap dari negeri ini jika masih saja menjadi pembebet visi negara lain, tidak akan ada kemajuan, nonsense kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat, kemunduran politik negeri.

Keadaan ini diperparah lagi oleh para pemuda dan masyarakat yang individualistis. Visi kebanyakan pemuda dan masyarakat sekarang adalah sekolah, kuliah dengan IP yang tinggi, lalu kerja, dan akhirnya nikah. Visi ini atau pandangan kehidupan ini dianalogikan seperti layaknya kehidupan binatang, dimana mereka disibukkan oleh urusan perut dan urusan dibawah sedikit perut. Ironis memang, ketika kebanyakan pemuda disibukkan oleh urusan individu dan menafikan realitas sosial sekarang yang bobrok.

Dalam kumpulan-kumpulan individu dalam suatu wilayah ini adalah negara Indonesia. Ketika Rasul umat Islam dihina berkali-kali, Agama Islam dilecehkan oleh barat pemimpin negeri ini mencari jalan yang paling aman dan selamat yaitu hanya berani mengecam di negerinya sendiri bukannya melawan. Hal ini bertolak belakang dengan sejarah Umat Islam masa lalu, ketika Perancis dan Inggris ingin menayangkan film yang berisi penghinaan terhadap Nabi Umat Islam. Khalifah melayang surat untuk menghentikan penayangan film itu, atau akan dikerahkan pasukan jihad ke negara barat tersebut. Sikap seperti inilah yang harus di miliki umat Islam. Sikap umat Islam harus menggetarkan, jangan hanyanya mencari jalan paling aman.

Sejarahnya Umat Islam adalah memang pernah mengalami kejayaan. Berkali-kali umat Islam memenangkan peperangan dan menunjukkan kekuatannya ketika dihina. Hal ini dibenarkan oleh Napoleon Bonaparte dan pemikir-pemikir barat lainnya, bahwa umat Islam tidak bisa dijatuhkan dalam suatu kekuatan bersenjata karena umat Islam pada dasarnya memang merindukan syahid. Oleh karena itu, mereka menganalisis bahwa Umat Islam hanya bisa dikalahkan jika Umat Islam diserang pemikirannya dengan pemikiran yang sekuler. Artinya disini secara fisik mereka adalah Islam tetapi hati, pemikiran, perasaan, dan perlakuan mereka tidak Islami. Karena tidak mungkin Umat Islam mau disuruh untuk murtad.

Dari hasil analisis pemikir-pemikir barat, Napoleon Bonaparte mencoba menyerang Mesir dengan mengirimkan dua buah kapal. Kapal pertama berisi pemikir-pemikir barat yang telah mengetahui seluk-beluk tentang Islam untuk menyerang umat Islam secara pemikiran. Kapal kedua berisi serdadu perang untuk menyerang Umat Islam secara fisik. Akhirnya Napoleon Bonaparte dapat menaklukkan Mesir, dan dapat memetakan pemikiran Umat Islam. Kejadian ini berujung pada pemisahan Mesir dari Kesatuan Daulah Khilafah Islamiyah.

Pemikir-pemikir barat inilah yang telah mempelajari Islam untuk menghancurkan Islam secara pemikiran. Kaum inilah yang disebut orientalisme yang mengawali kolonialisme di tengah-tengah masyarakat Islam. Mereka bisa membodohi Umat Islam untuk membenarkan keraguan dan meragukan kebenaran. Mengapa umat Islam bisa dibodohi oleh kaum orientalisme ini, karena Umat Islam mengalami taraf berfikir yang rendah..

Oleh karena itu, Imam Ghazali membangun kesadaran yang sama pada masyarakat Islam bahwa umat Islam harus ditarbiyah agar membangkitkan pemikirannya.

Keadaan Umat Islam sekarang tidak jauh berbeda dengan sejarah masa lalu. Umat Islam tidak bisa membedakan mana pemikiran Islam dan mana pemikiran yang bertentangan dengan Islam. Demokrasi, SIPILIS, HAM dibenarkan oleh ulama. Agar memberikan kesan bahwa Islam sesuai dengan kemajuan zaman, umat Islam bisa mengikuti kemajuan peradaban barat.

Syaikh Taqiyuddin An-Nabhabi seorang ulama jenius dari Palestina mencoba untuk mengurai benang masalah umat, bahwa umat Islam harus dibangkitkan pemikirannya. Syaikh Taqiyuddin An-Nabhabi mendirikan Hizbut Tahrir untuk menjadi partai politik Islam untuk memberikan kesadaran politik bagi umat secara kolektiv. Hizbut Tahrir berupaya untuk memberikan edukasi politik dengan cara dakwah fikriyah.

Ikatan-Ikatan yang Lemah

Ikatan yang muncul pada fanatisme adalah dilarang oleh Rasul. Yok, kita sama2 berinstropeksi diri guna mencapai kebersihan hati dulu.... AMIN

Sy sadur tulisan ini dari buku Nhizamul Islam.
Masalah ikatan2 yang muncul dalam faktanya adalah :



Ikatan kebangsaan (Nasionalisme) terjadi dan tumbuh ketika manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu . Saat itu, naluri mempertahankan diri adalah yang sangat menonjol dalam mempertahankan negerinya.Ikatan ini juga timbul pada dunia binatang. Contoh pada Banteng atau kambing. Mereka tatkala makan berpisah, tetapi tatkala mereka terancam oleh binatang lain mereka bersatu untuk mengusir gangguan mereka dalam mempertahankan negeri mereka. Tetapi bila suasananya aman dari serangan musuh tersebut, maka hilanglah ikatan atau kekuatan ini. Karena itu ikatan ini rendah nilainya. Pada contoh negeri kita adalah, ketika wilayah Indonesia diambil wilayahnya atau kebudayaannya, atau harga diri Indonesia diinjak2 oleh Malaysia maka timbul ikatan nasionalisme dalam kerangka persatuan yang kuat pada masyarakatnya untuk mempertahan negeri atau mempertahankan harga diri mereka sebagai bangsa Indonesia. Tapi, ketika adem ayem aja dan tanpa ada gangguan dari pihak lain maka sirnalah kekuatan ini. Dapat disimpulkan, ikatan semacam ini (nasionalisme)bersifat temporal dan sangat rendah nilainya.


Ada juga ikatan lain yang bersifat temporal dan rendah nilainya, yaitu ikatan kemashalatan. Ikatan kemashalatan timbul ketika terjadi kepentingan bersama pada inidividi, kelompok, maupun Negara. Ketika kemashalatan telah ditentukan atau telah berakhir, maka berakhirpula ikatan ini serta masing2 membubarkan diri. Contoh pada ikatan ini sangat jelas kita saksikan pada parpol2. Parpol2 berkoalisi dalam menggapai kepentingan mereka walau berbeda “ideologi”, tetapi sama halnya dengan keadaan diatas setelah tercapai atau berakhir persoalan mereka maka mereka bubar. Dapat dilihat pada kenyataannya di Kalbar dan di Jawa atau di Sumatera, formasi koalisi setiap parpol berbeda2 karena setiap daerah punya kepentingan yang berbeda2.

Ikatan kesukuan juga muncul ketika naluri mempertahankan diri dan ingin berkuasa. Ikatan ini menimbulkan rasa fanatisme dalam diri anggota ini. Denagn demikian, ikatan semacam ini selalu menimbulkan berbagai persellisihan dengan suku, keluarga,negara lain. Contoh kasus Gubernur baru kita, Pak Cornelius diusung dengan fanatisme kesukuan mereka. Dapat dilihat di VCD Sang Bintang 1 dan 2 yang ana dapatkan dari teman. Isinya antara lain, Bupati Bangkayang, Pak Kimha, Bupati Ketapang, dan banyak tokoh Dayak lainnya mengusung kesukuan untuk memilih Pak Cornelius sebagai Gubernur Kalbar. Bukannya dilema ini, ketika masyarakat kita mengusung kesukuan juga. Pada akhirnya, adalah bukannya persatuan tapi perpecahan dan perselisihan. Makanya ikatan ini, tidak sesuai dengan martabat manusia.

Ikatan2 diatas tidak pantas dijadikan ikatan antar manusia dalam kancah kehidupan untuk meraih kemajuan dan kebangkitan.

Ikatan yang benar dan shahih adalah ketika mampu mengikat manusia dalam kehidupannya, yaitu aqidah aqliyah ( akidah yang sampai melalui proses berfikir) yang dibangun peraturan hidup didalamnya secara menyeluruh. Ikatan ini timbul ketika mereka mampu berfikir secara menyeluruh tentang kehihupan, alam semesta, dan hidup serta tentang sebelum dan sesudah kehidupan. Ketika mereka mampu berfikir seperti ini dan lahir dari proses aqidah aqliyah yang benar, maka mereka disatukan dalam satu pandangan hidup (ideologi) yaitu Islam.

Maka oleh karena itu, Islam memperhatikan individu bukan sebagai bagian terpisahkan tapi jamaah. Yok, Sama2 kita tegakkan ideologi Islam!!!! Agar bisa membumikan Al-Quran dan Sunnah sebagai peraturan hidup.


Oh iya, lupa.... takut salah paham.

Ikatan nasionalisme memang ikatan yang lemah. Tapi bukan berarti akan membubarkan NKRI seperti halnya statement orang yang salah dalam menilai perjuangan umat Islam. Dalam pernyataanya Ust. KH. M. AL-Khatthath seorang DPP anggota HTI kepada MABES AD di Aceh, “HTI tidak hanya ingin memelihara keutuhan wilayah NKRI bahkan ingin agar wilayah yang lepas dari negeri Islam di kembalikan seperti Timor-Timur (karena haram hukumnya melepaskan negeri Islam), bahkan agar wilayah NKRI lebih besar dari sekarang ini. Oleh karena itu, kalangan militer bahkan menilai HTI lebih nasionalis daripada dari organisasi dan partai2 nasionalis yang membiarkan sebagian wilayah NKRI lepas.

Gontok2an sesama umat Islam tidaklah benar, justru hanya akan membuat perpecahan didalamnya, lebih lagi hanya akan membuat tertawa musuh2 Islam. Ya, betul kata k Yeti!!!Seluruh gerakan Islam harus sinergis memperjuangkannya.

Jumat, 22 Februari 2008

P_R_O_K_L_A_M_A_S_I

Tatkala umat Islam sadar dan seluruh perasaan, pemikiran, dan perbuatannya bertaut dalam satu kepemimpinan berfikir yakni Islam. Maka dikala itulah gaung kemenangan Islam akan menggema keseluruh dunia. Tatkala itu Islam akan menaungi dunia ini sebagai Rahmat Seluruh Alam. Kubayangkan, tatkala itu seseorang yang dipercayai oleh umat akan memimpin umat Islam diseluruh dunia dalam memegang tampuk kepemimpinan Khilafah Islamiyah. Kala itu, akan bergema sebuah perkataan yang menggetarkan dunia .... " PROKLAMASI "...


P_R_O_K_L_A_M_A_S_I

Kami Ummat Rasulullah SAW
Dengan ini Menjatakan
SaatNya RevOlusi Islam
Hal-Hal yang Mengenai Pengkudetaan Demokrasi,

Penghancuran SIPILIS (SekulerIsme,
PluRalisme, LiberalISme),Eksekusi Mati BUsh, Blair, Dan
penguasa Kafir penjajah dan pembunuh lainnya.
Diselenggarakan dengan tjara Syar’i
Dan Dalam Tempo jang Sesegera mungkin


Diproklamasikan di
Bumi Allah SWT



Atas nama Daulah Khilafah Rasyidah

Referensi : Sahabat Perjuangan Yang Kreatif


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes