Kamis, 22 Mei 2008

Ikatan-Ikatan yang Lemah

Ikatan yang muncul pada fanatisme adalah dilarang oleh Rasul. Yok, kita sama2 berinstropeksi diri guna mencapai kebersihan hati dulu.... AMIN

Sy sadur tulisan ini dari buku Nhizamul Islam.
Masalah ikatan2 yang muncul dalam faktanya adalah :



Ikatan kebangsaan (Nasionalisme) terjadi dan tumbuh ketika manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu . Saat itu, naluri mempertahankan diri adalah yang sangat menonjol dalam mempertahankan negerinya.Ikatan ini juga timbul pada dunia binatang. Contoh pada Banteng atau kambing. Mereka tatkala makan berpisah, tetapi tatkala mereka terancam oleh binatang lain mereka bersatu untuk mengusir gangguan mereka dalam mempertahankan negeri mereka. Tetapi bila suasananya aman dari serangan musuh tersebut, maka hilanglah ikatan atau kekuatan ini. Karena itu ikatan ini rendah nilainya. Pada contoh negeri kita adalah, ketika wilayah Indonesia diambil wilayahnya atau kebudayaannya, atau harga diri Indonesia diinjak2 oleh Malaysia maka timbul ikatan nasionalisme dalam kerangka persatuan yang kuat pada masyarakatnya untuk mempertahan negeri atau mempertahankan harga diri mereka sebagai bangsa Indonesia. Tapi, ketika adem ayem aja dan tanpa ada gangguan dari pihak lain maka sirnalah kekuatan ini. Dapat disimpulkan, ikatan semacam ini (nasionalisme)bersifat temporal dan sangat rendah nilainya.


Ada juga ikatan lain yang bersifat temporal dan rendah nilainya, yaitu ikatan kemashalatan. Ikatan kemashalatan timbul ketika terjadi kepentingan bersama pada inidividi, kelompok, maupun Negara. Ketika kemashalatan telah ditentukan atau telah berakhir, maka berakhirpula ikatan ini serta masing2 membubarkan diri. Contoh pada ikatan ini sangat jelas kita saksikan pada parpol2. Parpol2 berkoalisi dalam menggapai kepentingan mereka walau berbeda “ideologi”, tetapi sama halnya dengan keadaan diatas setelah tercapai atau berakhir persoalan mereka maka mereka bubar. Dapat dilihat pada kenyataannya di Kalbar dan di Jawa atau di Sumatera, formasi koalisi setiap parpol berbeda2 karena setiap daerah punya kepentingan yang berbeda2.

Ikatan kesukuan juga muncul ketika naluri mempertahankan diri dan ingin berkuasa. Ikatan ini menimbulkan rasa fanatisme dalam diri anggota ini. Denagn demikian, ikatan semacam ini selalu menimbulkan berbagai persellisihan dengan suku, keluarga,negara lain. Contoh kasus Gubernur baru kita, Pak Cornelius diusung dengan fanatisme kesukuan mereka. Dapat dilihat di VCD Sang Bintang 1 dan 2 yang ana dapatkan dari teman. Isinya antara lain, Bupati Bangkayang, Pak Kimha, Bupati Ketapang, dan banyak tokoh Dayak lainnya mengusung kesukuan untuk memilih Pak Cornelius sebagai Gubernur Kalbar. Bukannya dilema ini, ketika masyarakat kita mengusung kesukuan juga. Pada akhirnya, adalah bukannya persatuan tapi perpecahan dan perselisihan. Makanya ikatan ini, tidak sesuai dengan martabat manusia.

Ikatan2 diatas tidak pantas dijadikan ikatan antar manusia dalam kancah kehidupan untuk meraih kemajuan dan kebangkitan.

Ikatan yang benar dan shahih adalah ketika mampu mengikat manusia dalam kehidupannya, yaitu aqidah aqliyah ( akidah yang sampai melalui proses berfikir) yang dibangun peraturan hidup didalamnya secara menyeluruh. Ikatan ini timbul ketika mereka mampu berfikir secara menyeluruh tentang kehihupan, alam semesta, dan hidup serta tentang sebelum dan sesudah kehidupan. Ketika mereka mampu berfikir seperti ini dan lahir dari proses aqidah aqliyah yang benar, maka mereka disatukan dalam satu pandangan hidup (ideologi) yaitu Islam.

Maka oleh karena itu, Islam memperhatikan individu bukan sebagai bagian terpisahkan tapi jamaah. Yok, Sama2 kita tegakkan ideologi Islam!!!! Agar bisa membumikan Al-Quran dan Sunnah sebagai peraturan hidup.


Oh iya, lupa.... takut salah paham.

Ikatan nasionalisme memang ikatan yang lemah. Tapi bukan berarti akan membubarkan NKRI seperti halnya statement orang yang salah dalam menilai perjuangan umat Islam. Dalam pernyataanya Ust. KH. M. AL-Khatthath seorang DPP anggota HTI kepada MABES AD di Aceh, “HTI tidak hanya ingin memelihara keutuhan wilayah NKRI bahkan ingin agar wilayah yang lepas dari negeri Islam di kembalikan seperti Timor-Timur (karena haram hukumnya melepaskan negeri Islam), bahkan agar wilayah NKRI lebih besar dari sekarang ini. Oleh karena itu, kalangan militer bahkan menilai HTI lebih nasionalis daripada dari organisasi dan partai2 nasionalis yang membiarkan sebagian wilayah NKRI lepas.

Gontok2an sesama umat Islam tidaklah benar, justru hanya akan membuat perpecahan didalamnya, lebih lagi hanya akan membuat tertawa musuh2 Islam. Ya, betul kata k Yeti!!!Seluruh gerakan Islam harus sinergis memperjuangkannya.

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes