Senin, 16 Juni 2008

Gerakan Yok Berubah II

Permasalahannya adalah apakah ketika masalah dibuat oleh pemerintah yang terus menimpakan masalahnya pada masyarakat, apakah kita harus bersabar terus-menerus...Masalah ini bukan diciptakan karena personal2 yang buruk. Tapi sudah berakar pada sistem yg zhalim.
Kata teman Ilham, beda orang miskin dulu dan sekaranng adalah orang miskin dulu sifatnya sabar. Kalo orang miskin sekrang lebih SANGAT sabar...hehEhe. itu candaan salah seorang teman penulis . Analisis teman tadi, mungkin lahir pada realitas ulama2 kita yang menutup mata saat krisis sosial atau seseorang semakin tidak tahu bagaimana keluar dari beban persoalan maka agama kemudian memberi pesan untuk berpaling ke diri sendiri untuk bisa menyiram rohani. Ringkasnya pesan agama yang “menerima, mensyukuri dan memahami realitas”.

Realitas sosial diatas adalah untuk membuka mata hati dan memberikan kesadaran bahwa jika kita sibuk berdiam terus berdiam diri dan trur disibukkan dengan kehidupan sendiri( hukum2 privat saja, melupakan hukum publik) maka kita telah melanggengkan tatanan social kapitalis yg bobrok ini… Permasalahnya bukanlah pada ekonomi kita miskin atau pengangguran yang betompok, tapi pada tidak diterapkanya hukum2 Islam yang mengatur masyarakat.
Makanya tidak ada pilihan lain untuk berpindah ke tatanan system alternatif yaitu dengan kehidupan Islam atau sosialis(eh, salah)…bagaimana Islam mengatur ekonomi, pemerintahan, hukum, social dan bagaimana ideology sosialis juga mengatur kehidupan masyarakat..



Dalam hal ini, penulis berbicara masalah ekonomi dari sisi ideologis masing2…

Ideologi Kapitalis memberikan kebebasan kepada individu2 untuk memiliki hak akses terhadap kekayaan dunia…Negara hanya memfasilitasi undang2 dan sebagai pengatur berjalannya ekonomi sesuai dengan mekanisme yg ditetapkan…


Apa yg terjadi, ketika ekonomi ini diterapkan???Memang percepatan pertumbuhan ekonomi yg diperlihatkan oleh kapitalis adalah sangat mengagumkan, namun dilihat dari sisi distribusi, prestasi kapitalis dalam menimbulkan kesenjangan ekonomi lebih mengagumkan lagi. Efek kapitalis sangat menimbulkan kekacauan dalam tatanan kehidupan dunia sekarang. Negara di bagi menjadi kelas Negara maju, Negara berkembang, dan Negara miskin…Masyarakat terbagi menjadi kelas kaya, menengah, dan miskin…
Kalo ana ibaratkan Negara maju sekali, negara berkembang, dan negara sangat miskin...

Jika kita melihat dari pendapatan ekonomi masing2 negara adalah terjadi kesenjangan yg sangat jauh antara Negara maju dan Negara miskin. Pd tahun 1970-1980, GNP Ril di Negara miskin $ 17, Negara berkembang $ 624, Negara maju $2117. Data ini dikutip dari, UNCTAD bahwa perbandingan kekayaan antara Negara maju dan miskin th 1990 menjadi 1 : 52… apalagi sekarang behhhh

Dalam system kapitalis, individu diberi kebebasan brelomba2 untuk memperoleh kekayaan…

Misal di Analogikan seperti ini…..

MIsal 1 buah keranjang berisi kue adalah seluruh kekayaan dunia… dan seluruh manusia di dunia berlomba2 dlm mengambil kue dalam 1 keranjang…
Dapat kita pastikan!!!Pasti ada yg dapat banyak sekali, sedikit, dan tidak dapat sama sekali.
Siapa yg mendapatkan kue paling banyak, yaitu org yg memiliki kekuatan…


HUKUM yg berlaku sekarang terhadap ekonomi adalah siapa saja yg mempunyai kekuatan dalam hal ini adalah modal, jaringan, dll akan dengan mudah mendapatkan kekayaannya…

Timbulnya dominasi2 org2 kaya adalah krn individu2 menguasai asset umum. Siapa yg bisa menguasai asset ini, yg punya kekuatan ..modal

Lain halnya dengan sosialis, kepemilikan harta semuanya dikelola oleh Negara. Jadi disini terjadi prinsip persamaan..sama rasa, karya, cipta..
Tp, hal ini malah akan menimbulkan kemunduran produksi…krn pada hakikatnya manusia punya keinginan dalam memenuhi hajatnya semaksimal mungkin…krn disini ada batasan kepemilikan….Panjang sekali, tanyak kawan ilham aja yeeee!!!abis capek nulis nih.

Dalam Islam kekayaan di bagi menjadi 3 macam, yaitu kekayaan yg boleh diakses individu, kekayaan yg dikelola utk umum, dan kekayaan utk Negara…
Kekayaan individu dapat berupa ajir atau upah/gaji, perdagangan, pertanian, waris Pemberian daulah dll. Kekayaan yg dikelola utk umum berupa kekayaan yg secara hajat dibutuhkan oleh org banyak seperti telekomunikasi, barang tambang, SDA, Transportasi, Air, listrik,sector publik dll. Sedangkan kekayaan Negara diperoleh dari khazraj, jizyah, fa’I, dll…

Konsep pemikiran ekonomi makro Islam ini bukan lah ciptaan manusia, melainkan wahyu dari ALLAH SWT lewat sebuah hadist Rasulullah SAW ; Manusia berserikat dalam hal Udara, Air, dan Api. (HR. Abu Dawud, Ahmad, AnNasa;i). Ini artinya sesuai dengan pasal 34 UUD 45. Air, udara, hutan dan barang2 yang menyangkut hajat hidup orang banyak milik masyarakat yg dikelola oleh negara dan dikembalikan ke masyarakat. Blok CEPU padahal ahli geologi dan Pertamina mampu mengelolanya...kok diserahkan ke asing. Ladang minyak di negeri sendiri, anehnya pas naik harga BBM. Bukannya negeri ini untung, malah jadi buntung. Rakyat menanggung beban.

Anehnya,... partai2 Islam mungkin khilaf ya??? .masa setuju BUMN, sumber daya alam di jual!!!

Nah, dalam hal ini jelas konsep kepemilikan Islam lebih adil.. Bahkan rector Trisakti yang sekarang dan banyak cendikiawan lain pernah mengungkap kejujurannya terhdap keunggulan konsep Islam.

Konsep atau ide2 Islam unggul, karena ini merupakan wahyu dari Zat Yg Maha Pencipta, Zat yg Maha besar...

Makanya, mari kita optimis dan menyambut kemenangan Islam dengan langkah2 nyata yg jelas....Merubah tatanan kehidupan yg sekuler menjadi tatanan kehidupan yg bersyari’at Islam...

Prof. DR. Quraish Shihab pernah memberikan pertanyaan???
Katanya Islam diturunkan sebagai rahmatallil’alamin…
Tp, kok rahmat itu tidak terasa sebagai rahmat seluruh alam…

Patut kita bertanya.Kenapa???
Jawabnya adalah Islam tidak dilaksanakan secara menyeluruh. Islam hanya diterapkan pd tataran individu. Pada tataran social, seluruh masyarakat dunia mengambil hukum2 buatan manusia. System uqubat yg digunakan adalah penjara. System kepemilikan umum di akses oleh individu. Sistem ekonomi yg digunakan adalah ribawi. Sistem kehidupan digunakan sekulerisme.

Selama ini, kita dijejalkan bahwa Islam adalah agama yang kaffah dan universal. Tapi, realitasnya politik, ekonomi, sosial, dan aspek2 publik lainnya adalah bukan ajaran Islam. Hanya wilayah privat saja yg kita terapkan. Oleh karenanya, Islam hanya diemban oleh individu2 dan keluarga2 saja.

Oh ya... Selama ini kita takjub pada pribadi2 pejuang Islam seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Ali Thalib, Utsmab Bin Affan, Umar bin Abdul Aziz,dll...Satu contoh. Ketika kita membaca shiroh Khalifah Umar bin Abdul Aziz memakmurkan rakyatnya dan tidak ada satu pun rakyatnya yang menjadi muzakki, karena rakyatnya semua sejahtera. Begitu pula dengan Panglima Thariq bin Ziyad. Pertanyaannya, apakah mereka mampu sendirian membangun kejayaannya ???tentu tidak kan!!! Mungkin kesalahan kita membaca sejarah adalah kita terlampau kagum pada subyek2 pelaku kesuksesan, tapi lupa dengan struktur pembangun kejayaannya. Adapun strukturnya adalah diterapkannya Islam sebagai institusi pemerintahan, yaitu Islam Kaffah.

Sudah saatnya, gerakan Islam berubah !!! Sudah saatnya umat Islam PD menyampaikan ajaran Islam yang kaffah. Sudah saatnya memberikan dakwah yang mencerdaskan masyarakat. Masyarakat siap menerima syari’at, kalo kita jelaskan...

Saya tidak memprovokasi untuk masuk kejamaah tertentu, tapi bagaimana seluruh parpol Islam dengan warna yang berbeda, mengusung ide2 yang sama dalam rangka meraih ridha Allah SWT. Partai2 Islam dengan metode yang berbeda, mengusung kejayaan umat. Partai2 Islam berdakwah dengan memberikan pencerahan dan kecerdasan pada umatnya. Pilihan2 metode masuk kesistem atau diluar sistem adalah pilihan yang mubah. Lewat pendidikan, tabligh, tulisan, dll. Fokus tujuannya adalah menyuarakan syari’at Islam. Berani menyuarakan syariat Islam.

Saatnya Gerakan Islam Kaffah muncul ditengah2 mayarakat dan mencerdaskannya hingga masyarakat menerima Syari’at Islam.

Dan akhirnya !!! InsyaAllah Islam Jaya.mudah2an Allah SWT merihdainya !!!

Jumat, 06 Juni 2008

GERAKAN ISLAM, YOK BERUBAH !!!

Gerakan Islam berupa berupa bangunan sosialnya telah dirontokkan oleh sebuah Negara. Di masa Soeharto, gerakan Islam tidak diperkenankan untuk membangun kekuatan politik dan hanya diberi porsi untuk menjalankan fungsi agama yang simbolik. Fungsi gerakan Islam hanya menjadi layanan rohani bagi publik. Fakta ini dapat dilihat pada naiknya kebutuhan pokok masyarakat, kriminalitas, kemiskinan, pengangguran maka ulama-ulama hanya bisa memberikan kesadaran rohani untuk bersabar menghadapi cobaan ini.

Ketika Soeharto telah ditumbangkan, keadaan gerakan Islam tidak jauh berbeda jika dilihat secara realitasnya adalah sebatas gerakan ritual saja. Ibadah2 maghdah berupa zikir, tilawah, shalat, puasa, haji mampu mengkondisikan kepuasan spiritual jiwa,tapi tidak mampu menyelesaikan realitas sosial yang begitu memprihatinkan. Fungsi agama sebagai kontrol dan mengatur masyarakat dalam tatanan yang Islami telah dibuang semua fungsinya. Semangat pembebasan telah mencuci agama dari wilayah-wilayah sosialnya yang hanya menjadi sekedar pemuas kepentingan-kepentingan praktis individu. Islam telah direduksi menjadi wilayah privat saja, itulah kenyataan saat ini.

Di ranah politik, seorang sosiolog Eropa dalam studinya tentang agama menunjukkan dengan gamblang bahawa agama memang berbeda dengan politik. Namun demikian, dalam hal kekuasaan kedua-duanya sering berhubungan akrab dan memperlihatkan kekerabatan yang erat. Setiap kekuasaan politik selalu tergoda untuk memperluas wilayah kekuasaanya dalam lingkungan agama. Sebaliknya, setiap kekuasaan agama mengalami godaan yang sama untuk memperluas wilayah kekuasaanya di bidang politik.



Selaras dengan pendapat diatas, bahwa Al-Marhumah Nurcholis Madjid pernah menulis buku “Islam Yes, Partai Islam NO”. Sebenarnya, buku ini juga mengusik hati kita untuk mencoba untuk berfikir kritis pada ranah Islam dalam percaturan politik. Kenyataan yang dilihat oleh penulis adalah, ketika partai Islam menjaring massa Islam untuk memperoleh kekuasaan tetapi slogan-slogan dan ide-ide Islam tidak pernah tampak di tampuk legislatif, eksekutif, maupun yudikatif ...

Pertanyaannya ???Apa bedanya partai2 Islam dan partai dengan ideologi lainnya, jika mengusung visi yang sama yaitu kesejahteraan, kemakmuran, keadilan, pendidikan dan kesehatan yang terjamin...Apakah partai Islam pernah membawa-bawa dalil agama sebagai landasan untuk mengusung sebuah ide??? Jikapun pernah, jawaban yang bisa diterka adalah “ Jangan bawa-bawa agama dalam masalah Politik bung !!!”. Maka tidak bisa tidak asas dan landasan yang dibawa oleh partai Islam di ranah politik praktis saat ini adalah mengambil kemashalatan bersama dengan asas yang tidak sama sekali mengutip Islam dalam mengambil pendapat.


Terlampau tega jika gerakan Islam dibiarkan untuk tidak bersentuhan dengan realitas juga telah mengkarantina agama hanya sebatas siraman rohani saja. Islam telah direduksi secara waktu menjadi wilayah privat saja. Kondisi ini juga timbul jika ketika seseorang beragama percaya kalau arah menuju Tuhan menghendaki untuk lari dari problem-problem kehidupan dan konflik sejarah.

Faktanya tatanan sosial sekarang adalah tatkala masyarakat mati kedinginan di pinggir jalan, anak SD bunuh diri ketika ortu mereka tdk bisa membayar SPP, seorang ibu bunuh diri bersama anak2nya krn himpitan ekonomi, pengangguran yg terus meningkat, kekayaan hanya dinikmati oleh beberapa orang saja sementara mayoritas penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan sulit. Di seberang sana di senayan, atau di Istana, atau di gedung parlemen begitu mudah mereka minta di naikkan gaji mereka, kunjungan keluar negeri berkali2 dg membawa keluarga mereka, minta direnovasi rumah mereka, tidak mau di kritik tapi malah menasehati bahwa rakyat harusnya tau diri..(mereka pikir, rakyat bodoh2 sehingga mereka merasa paling benar dan anti kritik), asset-aset sumber daya alam yang milik rakyat diserahkan satu persatu oleh negara ini. Harusnya, mata kita terbuka melihat tatanan social yang rusak ini. Jd org miskin itu bukan hanya dilihat dari faktor orang yg tidak bisa berkompetisi di kehidupan, tp juga dimiskinkan oleh sistem. Hal ini dibenarkan oleh Eko Prasetyo dlm bukunya org miskin dilarang sakit dan masuk sekolah. (eko p)

Jumlah masyarakat miskin kian hari kian membengkak, jika kita menggunakan standar Bank Dunia. Menurut data terakhir, mencapai di atas 100 juta jiwa, setara dengan 49,5 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 232,9 juta pada 2007 dan 236,4 juta pada 2008.

Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli memperkirakan, angka kemiskinan dan pengangguran tahun 2008 ini akan terus meningkat. Wakil Sekjen Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryono Darudono mengatakan, 2007 lalu angka penganguran sudah lebih dari 40 juta orang. Jumlah ini menjadi ancaman bagi ASEAN, karena kontribusi angka penganguran Indonesia mencapai 60 persen.

Permasalahannya adalah apakah ketika masalah dibuat oleh pemerintah yang terus menimpakan masalahnya pada masyarakat, apakah kita harus bersabar terus-menerus...Masalah ini bukan diciptakan karena personal2 yang buruk. Tapi sudah berakar pada sistem yg zhalim.

Teman penulis pernah berkata, beda orang miskin dulu dan sekaranng adalah orang miskin dulu sifatnya sabar. Kalo orang miskin sekrang lebih SANGAT sabar...hehEhe. itu candaan teman ilham. Analisis teman tadi, mungkin lahir pada realitas ulama2 kita yang menutup mata saat krisis sosial atau seseorang semakin tidak tahu bagaimana keluar dari beban persoalan maka agama kemudian memberi pesan untuk berpaling ke diri sendiri untuk bisa menyiram rohani. Ringkasnya pesan agama yang “menerima, mensyukuri dan memahami realitas”.

Realitas sosial diatas adalah untuk membuka mata hati dan memberikan kesadaran bahwa jika kita sibuk berdiam terus berdiam diri dan trur disibukkan dengan kehidupan sendiri( hukum2 privat saja, melupakan hukum publik) maka kita telah melanggengkan tatanan sosial kapitalis yg bobrok ini… Permasalahnya bukanlah pada ekonomi kita miskin atau pengangguran yang betompok, tapi pada tidak diterapkanya hukum2 Islam yang mengatur masyarakat.

Bersambung ...

Selasa, 03 Juni 2008

Proyek Pemikiran dan Politik Orientalis, Missionaris dan Kolonialis (ORIMIK) II

Oleh karena itu, proyek-proyek pemikiran barat harus dibuka secara lebar-lebar dan dibongkar dengan segala macam yang merusak kita. Karena ini adalah sesuatu yang baru, maka hal ini tidak nampak dan seringkali diremehkan.

Memahami Model Pembelajaran Pemikiran Barat

Orientalisme pada masa lalu sampai sekarang ini begitu gigih belajar pemikiran Islam agar mengetahui titik lemah Islam. Mereka mempelajari bahasa arab, Islam, fikih, dan lain sebagainya tak lain mempunyai misi yang merusak Islam.

Ingat kisah Napoleon Bonaparte yang mengirim 2 buah pasukan kapal untuk memerangi mesir. Ya !!! Napoleon mengirim satu buah kapal berisi tentara dan satu buah kapal berisi pemikir-pemikir intelektual. Pertanyaannya ??? Ada apa dengan pengiriman pemikir-pemikir tersebut ke Mesir? Kenapa tidak dikirim 2 buah pasukan kapal yang berisi seluruh tentara perang??? –jawabannya ada di artikel sebelumnya tentang ORIMIK.

Saat ini, di Indonesia berdiri NAMRU yang merupakan badan intelijen asing berkedok riset yang terletak di Jakarta.. Dan anehnya, mereka tidak meminta apapun kepada pemerintah Indonesia. Mereka hanya meminta kekebalan hukum di Indonesia. Ada apa ini ??? Fahmi Dahlan pernah menyebutkan, bahwa NAMRU adalah kuda Troya Imperialisme.

Jangan pernah kita bersilat lidah, bahwa sekarang ini adalah peradaban yang menolak agama. Otoritas agama tidak boleh dibawa-bawa dalam kehidupan. Dampak dari ini adalah dibawanya Umat Islam ke ide yang merupakan nenek moyangnya sekuler, yakni demokrasi. Bahkan, parahnya!!!Mereka menerimanya dengan antusias. Sepakat dengan demokrasi adalah suatu keberhasilan ORIMIK dalam menjajah kaum muslimin secara pemikiran.



Kondisi fakta melahirkan pemikiran. Jadi, seharusnya umat Muslim wajib merujuk pada wahyu. Menolak wahyu dan menggunakan empiris adalah senafas.

Dalam pemikiran mereka demokrasi wajib di terapkan dalam kehidupan mereka. Karena pada masa sejarah mereka sebelumnya mereka mengalami penindasan , misalnya wanita diam aja dirumah, upeti-upeti yang dibebankan rakyat begitu besar, kaum kerajaan dan pendeta menjadi kaum yang terhormat, menaati tanpa harus tahu konsep tentang trinitas, kekayaan hanya menjadi istimewa pada kaum pendeta dan kaum kerajaan. Dalam hal ini, mereka ditindas secara nyata oleh pemikiran-pemikiran gereja. Ditindas dengan taklid buta untuk patuh sepenuhnya dengan agama mereka.


Pendeta-pendeta menumpuk harta, wanita di kekang kebebasannya, persoalan terhadap trinitas, dan banyak persoalan lainnya adalah masalah-masalah yang akan meledakkan demokrasi sebagai kedaulatan rakyat, sehingga agama tidak boleh menjadi otoritas dalam kehidupan.

Plato mengusung ide ini ke publik dari konteks historis mereka. Jadi pemikiran mereka yakni demokrasi adalah pemikiran lokal. Jadi, dalam hal ini Demokrasi adalah sejarah eropa. Sementara Islam tidak mempunyai masalah terhadap hak-hak wanita, kebebasan yang bersyari’at, apalagi masalah tentang eksistensi Tuhan. Permasalahannya adalah kenapa kita mengambilnya sebagai yang mengatur kehidupan kita.


Mungkin kesalahan kita adalah khilaf dalam mengambil ide-ide diluar Islam tanpa melihat latar belakang sejarahnya. Mengambil pemikiran tanpa mengetahui latar belakanng sosio historisnya adalah keliru.

Memperjuangkan Islam !!!

Kalo ingin mengubah dan memperjuangkan Islam agar diterapkan ditengah-tengah masyarakat maka perlu dibangun tradisi pemikiran. Karena dari situlah, bangkitnya seseorang. Bangkitnya Islam, ketika pengembannya dapat mengetahui secara jelas mana pemikiran Islam dan mana pemikiran kufur.

Sekarang masalah keyakinan, kita mampu menaklukkan tradisi pemikiran-pemikiran Barat. Seperti layaknya pemikir-pemikir Islam seperti :Jabal At-Thariq ,Ibnu Bathutah, Al-khawarizmi, dll...

Memperjuangkannya harus serius, seserius Negara kita dijajah oleh Asing. Ust. Tindyo pernah berkata perusahaan Free Port di Papua begitu serius mereka mengeruk SDA Indonesia di papua. Mereka serius dalam menjajah kita dengan serius terhadap masalah waktu, serius terhadap pengelolaan teknologi dalam eksplorasi, serius dalam menyiapkan UU yang berguna mengokohkan keberadaan mereka di Papua.

Mari kita buka lebar-lebar pemikiran jahat Barat, agar umat sadar bahwa mereka dijajah dengan konspirasi terselubung.AYO!!! Bangkitnya Umat Islam,karena keseriusan pengemban dakwah Islam dalam memperjuangkannya...

Senin, 02 Juni 2008

Proyek Pemikiran dan Politik Orientalis, Missionaris dan Kolonialis (ORIMIK)



Sekarang ini, adalah fase yang paling buruk dari rentetan sejarah umat Islam. Sisi ekonomi payah, politik rusak, hukum diberedel oleh asing, kesejahteraan jauh terpuruk bagaikan langit dan bumi jika dibandingkan dengan negara-negara barat. Kelemahan-kelemahan umat Islam saat ini, tidak hanya harus disalahkan dari pihak luar yang mencoba untuk menginvasi segala aspek pada Umat Islam. Tetapi kesalahan ada juga terletak pada kita yang dengan mudah mengambil ide-ide di luar Islam. Misi kehidupan lebih percaya pada isme-isme luar. Seperti Demokrasi, Nasionalisme, Sosialisme, Liberalisme, Sekularisem dan lain sebagainya. Dan hal ini diperparah oleh sebagian ulama yang malah latah dalam membenarkannya dan sangat tragis tatkala mereka memperjuangkannya. Islam sebagai hanya salahsatu rujukan dicampakkan mereka dalam kehidupan publik.

Sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan ke masyarakat Islam . "Setuju tidak dengan Islam ???". Jawab mereka :"Ya.ya. ya. Saya setuju, Tapi... ". Dari jawaban tadi, dapat penulis klaim, mereka dalam hal ini yang menjawab adalah generasi-generasi yang jadi korban orientalis, misionaris, dan kolonialis yang sukses mempengaruhi seluruh pemikiran mereka. Menjadi muslim yang shaleh ibadah , tapi miskin pemikiran Islam, dan miskin menata kehidupan Islam yang Kaffah.

Bagi orang yang mau berfikir, mereka akan mencoba mencari sebab-musabab timbulnya kemunduran Islam yang sangat pelik ini. Hal ini adalah rahasia umum, bahwa pemain utama dalam kemuduran Islam adalah ORIMIK. Senjata-senjata dan perang fisik tidak dapat menghancurkan Islam secara aqidah dan pemikirannya. Maka, senjata yang paling efektif adalah ORIMIK secara pemikiran yang berguna meragukan kebenaran Islam dan membenarkan keraguan pada Umat Islam.




Dirobohkan pemikiran-pemikiran Islam dari kancah sumber rujukan Umat Islam, maka hancurlah kaum muslim. Ini dapat dilihat secara fakta, meskipun muslim masih ada hingga hari ini, bahwa tradisi keilmuan umat Islam telah hilang. Tradisi membaca dan menulis serta ijtihad-ijtihad masalah kontemporer telah di vonis selesai beberapa silam lalu.

Secara fisik orang Barat dan Islam nampak perbedaannya secara fisik, tetapi tatkala pemikiran-pemikiran ORIMIK sekarang sudah merasuk keseluruh negeri, termasuk kaum muslim. Mereka berada di samping kita, didekat kita, tetangga, bahkan keluarga terdekat kita. Maka, merekalah yang menjadi musuh-musuh penentang Islam yang tidak tampak secara kasat mata. Inilah yang berbahaya dari buah pemikiran ORIMIK yang merasuk kejiwa-jiwa kaum muslimin.

Saat ini, Umat Islam dihadapkan dalam sebuah masalah yang menghinggapi secara kompleks, maka sangat dibutuhkan bagi para pengemban dakwah Islam untuk bisa memahami ilmu tentang konstelasi dalam rangka mensukseskan dakwah itu sendiri.
Sebagaimana dahulu, ketika Rasulullah SAW dalam menghadapi perang, Beliau menurunkan intellijen untuk melakukan spionase dalam mengetahui secara jelas kondisi musuh dari jumlah, senjata, angkutan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan perang.

Oleh karena itu, proyek-proyek pemikiran barat harus dibuka secara lebar-lebar dan dibongkar dengan segala macam yang merusak kita. Karena ini adalah sesuatu yang baru, maka hal ini tidak nampak dan seringkali diremehkan.

Bersambung...


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes