Senin, 16 Juni 2008

Gerakan Yok Berubah II

Permasalahannya adalah apakah ketika masalah dibuat oleh pemerintah yang terus menimpakan masalahnya pada masyarakat, apakah kita harus bersabar terus-menerus...Masalah ini bukan diciptakan karena personal2 yang buruk. Tapi sudah berakar pada sistem yg zhalim.
Kata teman Ilham, beda orang miskin dulu dan sekaranng adalah orang miskin dulu sifatnya sabar. Kalo orang miskin sekrang lebih SANGAT sabar...hehEhe. itu candaan salah seorang teman penulis . Analisis teman tadi, mungkin lahir pada realitas ulama2 kita yang menutup mata saat krisis sosial atau seseorang semakin tidak tahu bagaimana keluar dari beban persoalan maka agama kemudian memberi pesan untuk berpaling ke diri sendiri untuk bisa menyiram rohani. Ringkasnya pesan agama yang “menerima, mensyukuri dan memahami realitas”.

Realitas sosial diatas adalah untuk membuka mata hati dan memberikan kesadaran bahwa jika kita sibuk berdiam terus berdiam diri dan trur disibukkan dengan kehidupan sendiri( hukum2 privat saja, melupakan hukum publik) maka kita telah melanggengkan tatanan social kapitalis yg bobrok ini… Permasalahnya bukanlah pada ekonomi kita miskin atau pengangguran yang betompok, tapi pada tidak diterapkanya hukum2 Islam yang mengatur masyarakat.
Makanya tidak ada pilihan lain untuk berpindah ke tatanan system alternatif yaitu dengan kehidupan Islam atau sosialis(eh, salah)…bagaimana Islam mengatur ekonomi, pemerintahan, hukum, social dan bagaimana ideology sosialis juga mengatur kehidupan masyarakat..



Dalam hal ini, penulis berbicara masalah ekonomi dari sisi ideologis masing2…

Ideologi Kapitalis memberikan kebebasan kepada individu2 untuk memiliki hak akses terhadap kekayaan dunia…Negara hanya memfasilitasi undang2 dan sebagai pengatur berjalannya ekonomi sesuai dengan mekanisme yg ditetapkan…


Apa yg terjadi, ketika ekonomi ini diterapkan???Memang percepatan pertumbuhan ekonomi yg diperlihatkan oleh kapitalis adalah sangat mengagumkan, namun dilihat dari sisi distribusi, prestasi kapitalis dalam menimbulkan kesenjangan ekonomi lebih mengagumkan lagi. Efek kapitalis sangat menimbulkan kekacauan dalam tatanan kehidupan dunia sekarang. Negara di bagi menjadi kelas Negara maju, Negara berkembang, dan Negara miskin…Masyarakat terbagi menjadi kelas kaya, menengah, dan miskin…
Kalo ana ibaratkan Negara maju sekali, negara berkembang, dan negara sangat miskin...

Jika kita melihat dari pendapatan ekonomi masing2 negara adalah terjadi kesenjangan yg sangat jauh antara Negara maju dan Negara miskin. Pd tahun 1970-1980, GNP Ril di Negara miskin $ 17, Negara berkembang $ 624, Negara maju $2117. Data ini dikutip dari, UNCTAD bahwa perbandingan kekayaan antara Negara maju dan miskin th 1990 menjadi 1 : 52… apalagi sekarang behhhh

Dalam system kapitalis, individu diberi kebebasan brelomba2 untuk memperoleh kekayaan…

Misal di Analogikan seperti ini…..

MIsal 1 buah keranjang berisi kue adalah seluruh kekayaan dunia… dan seluruh manusia di dunia berlomba2 dlm mengambil kue dalam 1 keranjang…
Dapat kita pastikan!!!Pasti ada yg dapat banyak sekali, sedikit, dan tidak dapat sama sekali.
Siapa yg mendapatkan kue paling banyak, yaitu org yg memiliki kekuatan…


HUKUM yg berlaku sekarang terhadap ekonomi adalah siapa saja yg mempunyai kekuatan dalam hal ini adalah modal, jaringan, dll akan dengan mudah mendapatkan kekayaannya…

Timbulnya dominasi2 org2 kaya adalah krn individu2 menguasai asset umum. Siapa yg bisa menguasai asset ini, yg punya kekuatan ..modal

Lain halnya dengan sosialis, kepemilikan harta semuanya dikelola oleh Negara. Jadi disini terjadi prinsip persamaan..sama rasa, karya, cipta..
Tp, hal ini malah akan menimbulkan kemunduran produksi…krn pada hakikatnya manusia punya keinginan dalam memenuhi hajatnya semaksimal mungkin…krn disini ada batasan kepemilikan….Panjang sekali, tanyak kawan ilham aja yeeee!!!abis capek nulis nih.

Dalam Islam kekayaan di bagi menjadi 3 macam, yaitu kekayaan yg boleh diakses individu, kekayaan yg dikelola utk umum, dan kekayaan utk Negara…
Kekayaan individu dapat berupa ajir atau upah/gaji, perdagangan, pertanian, waris Pemberian daulah dll. Kekayaan yg dikelola utk umum berupa kekayaan yg secara hajat dibutuhkan oleh org banyak seperti telekomunikasi, barang tambang, SDA, Transportasi, Air, listrik,sector publik dll. Sedangkan kekayaan Negara diperoleh dari khazraj, jizyah, fa’I, dll…

Konsep pemikiran ekonomi makro Islam ini bukan lah ciptaan manusia, melainkan wahyu dari ALLAH SWT lewat sebuah hadist Rasulullah SAW ; Manusia berserikat dalam hal Udara, Air, dan Api. (HR. Abu Dawud, Ahmad, AnNasa;i). Ini artinya sesuai dengan pasal 34 UUD 45. Air, udara, hutan dan barang2 yang menyangkut hajat hidup orang banyak milik masyarakat yg dikelola oleh negara dan dikembalikan ke masyarakat. Blok CEPU padahal ahli geologi dan Pertamina mampu mengelolanya...kok diserahkan ke asing. Ladang minyak di negeri sendiri, anehnya pas naik harga BBM. Bukannya negeri ini untung, malah jadi buntung. Rakyat menanggung beban.

Anehnya,... partai2 Islam mungkin khilaf ya??? .masa setuju BUMN, sumber daya alam di jual!!!

Nah, dalam hal ini jelas konsep kepemilikan Islam lebih adil.. Bahkan rector Trisakti yang sekarang dan banyak cendikiawan lain pernah mengungkap kejujurannya terhdap keunggulan konsep Islam.

Konsep atau ide2 Islam unggul, karena ini merupakan wahyu dari Zat Yg Maha Pencipta, Zat yg Maha besar...

Makanya, mari kita optimis dan menyambut kemenangan Islam dengan langkah2 nyata yg jelas....Merubah tatanan kehidupan yg sekuler menjadi tatanan kehidupan yg bersyari’at Islam...

Prof. DR. Quraish Shihab pernah memberikan pertanyaan???
Katanya Islam diturunkan sebagai rahmatallil’alamin…
Tp, kok rahmat itu tidak terasa sebagai rahmat seluruh alam…

Patut kita bertanya.Kenapa???
Jawabnya adalah Islam tidak dilaksanakan secara menyeluruh. Islam hanya diterapkan pd tataran individu. Pada tataran social, seluruh masyarakat dunia mengambil hukum2 buatan manusia. System uqubat yg digunakan adalah penjara. System kepemilikan umum di akses oleh individu. Sistem ekonomi yg digunakan adalah ribawi. Sistem kehidupan digunakan sekulerisme.

Selama ini, kita dijejalkan bahwa Islam adalah agama yang kaffah dan universal. Tapi, realitasnya politik, ekonomi, sosial, dan aspek2 publik lainnya adalah bukan ajaran Islam. Hanya wilayah privat saja yg kita terapkan. Oleh karenanya, Islam hanya diemban oleh individu2 dan keluarga2 saja.

Oh ya... Selama ini kita takjub pada pribadi2 pejuang Islam seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ali bin Ali Thalib, Utsmab Bin Affan, Umar bin Abdul Aziz,dll...Satu contoh. Ketika kita membaca shiroh Khalifah Umar bin Abdul Aziz memakmurkan rakyatnya dan tidak ada satu pun rakyatnya yang menjadi muzakki, karena rakyatnya semua sejahtera. Begitu pula dengan Panglima Thariq bin Ziyad. Pertanyaannya, apakah mereka mampu sendirian membangun kejayaannya ???tentu tidak kan!!! Mungkin kesalahan kita membaca sejarah adalah kita terlampau kagum pada subyek2 pelaku kesuksesan, tapi lupa dengan struktur pembangun kejayaannya. Adapun strukturnya adalah diterapkannya Islam sebagai institusi pemerintahan, yaitu Islam Kaffah.

Sudah saatnya, gerakan Islam berubah !!! Sudah saatnya umat Islam PD menyampaikan ajaran Islam yang kaffah. Sudah saatnya memberikan dakwah yang mencerdaskan masyarakat. Masyarakat siap menerima syari’at, kalo kita jelaskan...

Saya tidak memprovokasi untuk masuk kejamaah tertentu, tapi bagaimana seluruh parpol Islam dengan warna yang berbeda, mengusung ide2 yang sama dalam rangka meraih ridha Allah SWT. Partai2 Islam dengan metode yang berbeda, mengusung kejayaan umat. Partai2 Islam berdakwah dengan memberikan pencerahan dan kecerdasan pada umatnya. Pilihan2 metode masuk kesistem atau diluar sistem adalah pilihan yang mubah. Lewat pendidikan, tabligh, tulisan, dll. Fokus tujuannya adalah menyuarakan syari’at Islam. Berani menyuarakan syariat Islam.

Saatnya Gerakan Islam Kaffah muncul ditengah2 mayarakat dan mencerdaskannya hingga masyarakat menerima Syari’at Islam.

Dan akhirnya !!! InsyaAllah Islam Jaya.mudah2an Allah SWT merihdainya !!!

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by ArchitecturesDesign.Com Beautiful Architecture Homes